- Pemerintah tengah mengkaji kebijakan pelabelan kandungan gula, garam, dan lemak pada produk pangan guna meningkatkan kesehatan masyarakat.
- Deputi Bidang Koordinasi Kemenko Pangan, Nani Hendiarti, menyampaikan rencana tersebut dalam acara Food Summit pada 27 April 2026.
- Pemberian label peringatan bertujuan mencegah penyakit tidak menular serta mendorong produsen pangan memperbaiki kualitas produk bagi konsumen.
Suara.com - Pemerintah tengah mengkaji kebijakan pelabelan kandungan gula, garam, dan lemak (GGL) pada produk pangan demi memperkuat keamanan pangan dan kesehatan masyarakat. Kebijakan ini diarahkan untuk memberikan informasi yang lebih jelas kepada konsumen.
Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan, Nani Hendiarti, mengatakan langkah tersebut masih dalam tahap pembahasan dan menjadi bagian dari arah kebijakan ke depan.
"Bagaimana kita bisa nanti lebih kasih alert, jadi kasih peringatan dalam bentuk label misalnya yang mudah dibaca," kata Nani dalam Food Summit 2026, Senin (27/4/2026).
Menurut dia, pelabelan ini penting untuk membantu masyarakat memahami kandungan pangan yang dikonsumsi sehari-hari. Dengan informasi yang lebih transparan, diharapkan masyarakat dapat mengambil keputusan yang lebih bijak.
"Ini konteksnya adalah bagaimana kita mengurangi potensi dari ada penyakit-penyakit yang memang sekarang seperti diabetes, hipertensi," ungkapnya.
Ia menjelaskan, konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih saat ini menjadi salah satu faktor risiko meningkatnya penyakit tidak menular. Kondisi ini tidak hanya terjadi pada kelompok usia tertentu, tetapi sudah meluas ke berbagai kalangan.
"Ini sudah menjadi ancaman juga untuk masyarakat, sehingga perlu lebih kita perhatikan," jelas dia.
Pemerintah menilai, langkah pelabelan dapat menjadi salah satu instrumen pencegahan, selain edukasi dan pengawasan pangan. Kebijakan ini juga sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas konsumsi masyarakat secara keseluruhan.
"Ini sebagai contoh saja sedang dikaji, bagaimana kita bisa memberikan peringatan yang lebih jelas kepada masyarakat," kata Nani.
Baca Juga: Alarm KPAI: Anak Indonesia Kebanyakan Minum Manis, Ancaman Diabetes Bayangi Generasi 2045
Selain itu, kebijakan ini juga menjadi bagian dari penguatan sistem keamanan pangan nasional yang saat ini terus didorong melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
Upaya tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat, tetapi juga mendorong pelaku industri untuk memperhatikan kandungan produk yang dihasilkan.
"Jadi ini kita perlu kerja sama semua pihak, termasuk private sector, untuk bisa terus berkolaborasi," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
KWP Bareng BNI Salurkan 2000 Paket Alat Sekolah di Tiga Daerah
-
Indonesia Gandeng Uni Emirat Arab Ajak Investasi Ketahanan Pangan Nasional
-
Airlangga Klaim Investasi Sektor Hilirisasi Terus Berkembang, Realisasi Tembus Rp 498,79 T
-
Purbaya dan DPR Sepakati KEM-PPKF 2027: Defisit APBN 2,4 Persen, Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen
-
Target Penerimaan Negara Naik di 2027, Purbaya Bakal Andalkan Coretax
-
MBG Masuk Daerah 3T, PU Telah Bangun 22 SPPG
-
Tak Hanya untuk Investasi, Aset Kripto Bisa Penuhi Gaya Hidup
-
Kelola Transaksi, Begini Caranya Agar UMKM Bisa Pisahkan Dana Bisnis dan Pribadi
-
Pertamax Naik, Anak Buah Mas Bahlil 'Ganteng' Imbau Masyarakat Sadar Tak Pindah
-
Mohon Maaf Warga Serpong, PLN Matikan Listrik di Beberapa Wilayah