Suara.com - Ratusan petugas kesehatan dengan sistem rumah sakit besar terintegrasi di Michigan, Amerika Serikat telah dikonfirmasi poitif corona. Hal tersebut diumumkan oleh kepala petugas klinis rumah sakit, Dr. Adnan Munkara pada Senin (6/4/2020).
Dilansir dari Health, Dr. Munkara melaporkan bahwa setidaknya 734 dari 2500 pekerja medis yang diuji di Rumah Sakit Henry Ford Health System dinyatakan positif corona.
"Kami telah menguji hampir 2.500 anggota tim di seluruh organisasi kami yang sebagian besar di antaranya dinyatakan negatif," kata Munkarah dalam sebuah pernyataan kepada Detroit Free Press.
Munkara mencatat bahwa jumlah kasus yang dikonfirmasi di antara stafnya hanya 2,1% dari 31.600 karyawan sejak 12 Maret.
"Jika kami ingin menguji seluruh populasi, Anda akan melihat jumlah lebih besar orang yang positif," kata Munkara.
"Menguji positif hanyalah ukuran seberapa menular virus ini," tambahnya.
Meskipun begitu, ada kemungkinan lebih banyak kasus Covid-19 karena rumah sakit menguji sekitar 2.500 karyawan di mana 29 persen dari staf yang dites dinyatakan positif Covid-19.
"Anggota tim kami adalah aset terbesar kami dan kesehatan serta keselamatan mereka adalah prioritas utama karena kami terus menanggapi pandemi ini," kata Munkarah seperti yang dikutip oleh Health.
"Kami tahu kami tidak kebal terhadap potensi paparan dan kami tetap bersyukur atas keberanian dan dedikasi seluruh tim kami," tambahnya.
Baca Juga: Cerita Glenn Fredly soal Konflik Ambon: 3 Hari Terlama dalam Hidup Saya
Henry Ford Health System bukan satu-satunya penyedia layanan kesehatan yang melihat lonjakan kasus pada staf. Rumah sakit Michigan lain bahkan melaporkan 1.500 stafnya, termasuk 500 perawat tidak dapat bekerja karena gejala Covid-19.
Menurut Universitas John Hopkins, Michigan per Kamis (9/3/2020) memiliki lebih dari 20.346 kasus yang dikonfirmasi, teritinggi ketiga di Amerika Serikat. Michigan diasumsikan akan mengalami puncak wabah pada minggu ini, bersama dengan New York dan New Orleans.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi