Suara.com - Di Rumah Aja Bikin Anak Sering Gadgetan, Psikolog Kasih Kiatnya.
Menjalani karantina mandiri di rumah aja bersama anak dan keluarga memang susah-susah gampang. Dibutuhkan kreatifitas dan inisiatif para orang tua untuk membuat kegiatan agar anak tidak bosan.
Namun, jika orangtua sudah habis akal, mereka umumnya akan membiarkan anak bermain gadget. Tapi bolehkah hal itu dilakukan?
Psikilog Anak dan Remaja Vera Itabiliana mengatakan jika hal itu boleh dilakukan. Bahkan ia mengakui di masa seperti ini pemberian gadget pada anak bisa diberi sedikit kelonggaran.
"Kalau molor-molor (waktu bermain gadget) nggak apa-apalah, tapi jangan sampai setengah hari, kita tetap butuh kegiatan lain," ujar Vera dalam diskusi di Instagram live @mommiesdailydotcom, belum lama ini.
Ia mengatakan waktu bermain gadget pada anak berumur di atas 4 tahun standarnya tidak boleh lebih dari 1 jam. Itu jika dalam kondisi ideal atau normal. Tapi dalam kondisi seperti ini tidak masalah diberikan lebih lama, tapi bukan berarti sampai setengah hari.
"Gadget boleh molor tapi jangan berlebihan juga, 1 jam-an untuk anak berumur 5 tahun," terangnya.
Selebihnya lagi-lagi orang tua harus pintar mengatur waktu antara pekerjaan dan menemani anak di rumah. Salah satunya dengan membuat kegiatan belajar atau bermain secara langsung.
Jika ingin menonton gadget, arahkanlah pada kegiatan yang mendidik dan mengasah kreatifitas anak. Seperti menonton video handcraft, lalu menantang anak untuk membuat karya seni tersebut.
Baca Juga: Keluyuran, 40 Persen Anak-anak Masih Tak Betah di Rumah saat Corona
"Orang tua harus pintar bagi kerjaan dari kantor dan anak. Jadi kalau bisa nonton sesuatu yang art and craft, misalnya origami, setelah nonton anaknya dikerjakan untuk membuatnya, yang buat dia aktif. Intinya ajak anak bergerak," jelas Vera.
Perlu diingat juga, anak-anak harus memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat. Misalnya anak berumur 4 tahun masih membutuhkan waktu untuk tidur siang.
"Anak masih perlu tidur siang, itu juga penting buat menghabiskan waktu di rumah," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi