Suara.com - Canggih, AS Hanya Gunakan Air Liur untuk Tes Corona Covid-19
Badan Pengawas Obat dan Makanan AS atau FDA telah menyetujui alat pengetesan Covid-19 hanya bermodalkan air liur sebagai sampel.
Mengutip CNN Amerika, Rabu (15/4/2020) alat tes ini dikembangkan Rutgers University yang bekerjasama dengan kelompok peneliti lain. Pengujian ini kini telah mendapat izin FDA pada Selasa 14 April 2020 kemarin.
Dengan disetujuinya alat pemeriksaan ini, artinya AS bisa memperluas kapasits pengujian Covid-19, tanpa menggunakan spesimen metode swab, usapan di belakang hidung dan tenggorokan.
"Ini berarti kita tidak lagi harus menempatkan profesional perawatan kesehatan yang berisiko terinfeksi dengan melakukan pengambilan spesimen dari nasofarung atau orofaring," ujar Andrew Brooks, Kepala Operasi dan Direktur Pengembangan Teknologi Lab RUCDR Infinitie Biologics.
Dengan demikian, lanjut dia, alat pelindung diri (APD) yang digunakan saat mengambil spesimen swab, bisa dialihkan dan digunakan untuk merawat pasien daripada sekadar digunakan dalam pengetesan.
"Kami bisa secara signifikan meningkatkan jumlah orang yang diuji setiap hari karena pengumpulan air liur lebih cepat dan mudah didapatkan dibanding pengambilan swab," kata Brooks.
Dalam pengembangannya, Reutgers University telah berkerjasama dengan jaringan RWJBarnabas Health dan Middlesex County di New Jersey, untuk membuat tes air liur tersedia pada Rabu mendatang.
Nantinya fasilitas pengujian ini diambil secara drive thru di Edison, New Jersey.
Baca Juga: Update Corona Covid-19 Global 15 April: Kesembuhan Mencapai 79 Persen
Komisioner FDA, Dr. Stephen Hahn menekankan bahwa tes berbasis air liur yang baru tetap tidak bisa dilakukan di rumah.
"Ini bukan tes di rumah. Ini masih harus dilakukan oleh penyedia layanan kesehatan. Namun itu memberikan keuntungan untum bergerak maju dan memperluas peluang untuk pengujian," kata Hahn.
Hahn berkata, jika ini merupakan inovasi hebat dalam menghadapi pandemi Covid-19. Mengingat cara tes ini lebih nyaman bagi pasien, dan itu bisa diulang beberapa kali.
Selain itu tes ini juga lebih aman bagi petugas yang mengambil sampel karena lebih mudah.
Salah satu perusahaan yang menjual alat tes dengan air liur, Vault Health membandrolnya dengan harga 150 dollar atau setara Rp 2,4 juta per satu alat tes.
"Vault percaya ini adalah metode yang efektif untuk menjaga keselamatan tenaga medis dan pasien dalam memberikan perawatan dan menjalani perawatan," ujar Jason Feldman, CEO sekaligus Founder Vault Health.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?
-
Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya
-
Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak
-
Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya
-
Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir
-
Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses
-
Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat
-
World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu