Suara.com - Kelangkaan alat pelindung diri atau APD di tengah pandemi Covid-19 dimanfaatkan oleh sejumlah industri untuk memproduksi APD lokal.
Kementerian Kesehatan mengingatkan agar para industri tetap berpedoman pada standar pembuatan APD yang telah ditetapkan Kemenkes.
Standar APD dalam managemen penanganan Covid-19 bisa diunduh pada situs https://farmalkes.kemkes.go.id/2020/04/standar-alat-pelindung-diri-apd-dalam-manajemen-penanganan-covid-19/
"Kemenkes telah memberikan izin edar kepada industri yang telah memenuhi standar yang ditetapkan dan dibuktikan dengan uji laboratorium terhadap bahan material yang digunakan," kata Sekretaris Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes drg Arianti Anaya, MKM, dalam siaran teleconference melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Jumat (17/4/2020).
Menurut Arianti, Kemenkes juga melakukan pendampingan terhadap industri yang membuat APD agar sesuai standar.
Meski begitu, terhadap APD yang belum memenuhi standar Kemenkes dan terkendala melakukan uji laboratorium, Arianti mengatakan bahwa APD masih bisa digunakan.
"Tetapi tentu harus digunakan di area yang mempunyai tingkat resiko (paparan virus) rendah," katanya.
Ia mencontohkan, seperti tenaga farmasi, tenaga kesehatan gizi, dan pengendara ambulans. Para petugas itu bisa menggunakan APD non medis. Arianti menyampaikan bahwa APD non medis tidak membutuhkan izin edar.
"Kami imbau seluruh tenaga kesehatan agar cermat dalam memilih dan menggunakan APD sesuai tingkat risiko yang dilakukan. Pemilihan APD yang baik akan melindungi tenaga kesehatan dari virus corona," tuturnya.
Baca Juga: Jahit APD Sendiri, Stephen dan Samuel Wongso Kirim Donasi ke Luar Daerah
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
Terkini
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai