Suara.com - Boleh Ditiru, Tips Farah Quinn Agar Anak Terbiasa Makan Sayur dan Buah
Asupan makanan sehat, khususnya buah dan sayur sering mendapat penolakan dari anak-anak. Padahal, serat merupakan hal yang penting dikenalkan pada anak sejak dini, karena di dalamnya terdapat berbagai nutrisi untuk mendukung proses tumbuh kembang mereka.
Sayuran dan buah juga bisa menjaga pencernaan anak agar tetap sehat dan mengurangi risiko obesitas. Hal ini dapat berpengaruh pada kualitas kehidupan mereka di masa yang akan datang.
Sayangnya, banyak orangtua seakan memaklumi jika anak-anak mereka tak menyukai sayur dan buah. Padahal, kebiasaan buruk ini secara tak disadari justru dimulai dari kita, para orangtuanya.
Lalu, apa yang harus dilakukan orangtua agar si kecil suka makan sayur dan buah, serta makanan sehat lainnya sejak dini? Celebrity Chef, Farah Quinn punya tips bermanfaat untuk hal tersebut.
"Topik kali ini, saya akan membahas tentang satu hal yang bagi saya penting sekali. Yaitu bagaimana cara agar anak kita suka makan sayur. Karena saya lihat masih banyak sekali di sini yang berpikir kalau anak kecil itu semuanya ngga suka sayur, padahal itu sama sekali tidak benar," ungkapnya dalam sebuah video di channel YouTubenya.
Menurut Farah Quinn, hal pertama yang harus dilakukan untuk membuat anak suka makan sayur dan buah adalah dengan membentuk citarasa mereka sejak dini.
"Pertama saya mau bicara tentang palate bayi kita. Palate artinya citarasa dari mulut bayi kita. Bayi yang baru lahir mereka itu kan citarasa mulutnya masih murni sekali. Mereka belum pernah mencoba makanan apapun, selain mencicipi ASI atau susu formula," jelas ibu dua anak ini.
Untuk itu, lanjut Farah Quinn, berikanlah mereka asupan pertama yang natural dan sehat. Jangan pernah memberikan apapun yang mengandung gula pasir dan garam.
Baca Juga: Viral 3 Anak Makan Sabun karena Kelaparan, Bahayanya Bisa Mengancam Jiwa
Jika harus memberikan susu formula, lanjut Farah Quinn, pilihlah yang tidak mengandung pemanis buatan seperti sucrose dan high fructose corn syrup di dalamnya. Pakailah susu formula yang tidak pakai pemanis tambahan.
Begitupun, kata dia dengan pemberian bubur instan yang rasanya lebih manis karena mengandung gula atau pemanis artificial. Jika dari awal si kecil sudah makan makanan yang mengandung zat tersebut, tentu saja mereka akan menolak makan sayur dan buah, yang rasanya tidak semanis bubur instan.
"Untuk 1-2 tahun pertama, kalau saya sih menekankan 1 tahun pertama, sebaiknya apapun yang kita kasih ke bayi atau anak kita adalah sesuatu yang tidak mengandung garam dan gula pasir," jelasnya lagi.
Selain menjauhkan anak dari makanan sehat, penggunaan gula dan garam bisa berdampak buruk terhadap anak-anak. Misalnya garam yang tak baik bagi kinerja ginjal anak yang masih lemah, atau gula yang mengganggu kesehatan mulut dan membuat anak menjadi lebih hiperaktif.
Lantas, apa yang harus diberikan pada bayi saar asupan pertama mereka agar mereka bisa terbiasa dengan rasa sayur dan buah? Farah Quinn menyarankan untuk memberikan sayuran yang tidak manis, seperti buncis.
"Asupan pertama biasanya 4-6 bulan tergantung setiap anak. Biasanya kalau anak-anak saya, saya mulai dengan buncis, dikukus atau rebus, kasih air yang matang dan blender," jelasnya lagi
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem