Suara.com - Pandemi Covid-19 Bikin Siklus Menstruasi Berantakan, Mengapa?
Bukan kabar baru bahwa pandemi virus corona atau Covid-19 juga bisa menimbulkan stres. Kondisi ini dapat berdampak besar pada kesehatan fisik.
Ini dapat menyebabkan masalah psoriasis dan usus. Ini bisa memicu sakit kepala dan batu empedu. Selain itu stres akibat pandemi juga juga bisa mengacaukan siklus menstruasi perempuan.
Seperti dilansir dari Metro UK, pada dasarnya tubuh tidak suka stres. Mereka tidak tahu apakah peningkatan hormon stres kortisol adalah hasil dari kurang tidur, pandemi global, kelaparan atau dikejar oleh harimau. Sehingga menimbulkan respon yang sama.
Lonjakan kortisol dapat menekan kadar hormon reproduksi normal dan yang dapat menyebabkan anovulasi (tidak ada ovulasi), amenore (kekurangan menstruasi) atau perdarahan yang tertunda. NHS mencantumkan stres sebagai salah satu alasan paling umum di balik menstruasi, di samping kehamilan, PCOS, dan masalah berat badan.
Sebuah penelitian yang mengamati dampak stres pada perawat wanita menemukan bahwa stres tinggi dan siklus yang lebih lama terkait. Ini dapat memperpendek siklus Anda.
Penelitian yang sama menemukan bahwa meski orang-orang yang berada dalam situasi stres tinggi tidak mengalami ovulasi atau memiliki siklus yang lebih lama, orang-orang stres yang tidak memiliki banyak kendali atas apa yang harus mereka lakukan di tempat kerja memiliki siklus yang lebih pendek.
Sehingga, hal itu yang menjadi sebab siklus menstruasi jadi berantakan saat pandemi. Sebagian besar dari kita hidup dalam stres yang membuat Anda sedikit atau tidak memiliki kendali sama sekali.
Jenis stres itu adalah jenis stres yang berbeda dengan jenis yang Anda rasakan ketika terlalu banyak melakukan atau terlalu banyak tekanan untuk melakukannya.
Baca Juga: Di Rumah Aja, Jangan Malas Ganti Celana Dalam Setiap Hari
Selain itu, kondisi pandemi juga membuat menstruasi lebih menyakitkan. Kram yang intens mungkin merupakan efek samping dari stres.
Satu studi mengamati nyeri 388 wanita Tiongkok berusia 20-34. Ditemukan bahwa dismenore (periode nyeri) dua kali lebih sering terjadi pada wanita yang melaporkan tingkat stres tinggi tepat sebelum waktunya, dengan 44 persen wanita dengan stres tinggi mengeluh sakit dibandingkan dengan 22 persen yang hidup dengan stres rendah.
Oleh karena itu, jika menemukan menstruasi Anda berhenti bahkan berbulan-bulan setelah kehidupan kembali normal, ada baiknya mengobrol dengan dokter.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak