Suara.com - Setiap ibu, pasti punya pertimbangan masing-masing ketika memilih popok bayi. Ada yang memilih berdasarkan kualitas, merek, bahkan tak sedikit yang memilih popok dengan harga termurah.
Tak ada yang salah dengan pertimbangan di atas, karena setiap orangtua tentu memiliki prioritas masing-masing ketika harus mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli popok sekali pakai.
Apapun pertimbangan Anda, pastikan popok pilihan Anda tidak 'menyakiti' bayi. Artinya, tidak berisiko menyebabkan ruam popok, dan tidak mudah bocor karena itu hanya akan semakin merepotkan Anda harus berurusan dengan lantai dan kasur yang kena ompol. Yuk, simak beberapa tips memilih popok bayi berikut.
1. Pilih yang memiliki daya serap baik
Setiap merek popok pastilah akan mengatakan kalau produksnya memiliki daya serap terbaik untuk menahan kebocoran. Tapi, cara terbaik untuk membuktikan hal ini adalah dengan bertanya langsung kepada para ibu lainnya yang sudah berpengalaman. Jadi, survei sebelum membeli itu penting, ya.
Sebagai informasi, popok dengan lapisan inti terbuat dari AGM (absorbent gelling material), atau dikenal juga sebagai superabsorbent, memiliki keunggulan dapat memisahkan cairan urine dari feses dengan cepat sehingga tidak membuat ruam popok.
2. Harus sesuai berat badan bayi
Memilih popok jangan berdasarkan usia anak, tetapi berat badan anak. Pastikan ukuran popok bayi yang Anda beli sudah sesuai dengan berat badan bayi. Biasanya, merek-merek popok mencantumkan ukuran berdasarkan kilogram. Risiko memilih popok yang tak sesuai ukuran adalah munculnya ruam popok dan menyebabkan kebocoran.
3. Terbuat dari bahan berpori
Baca Juga: Popok Bayi Bekas Ternyata Bisa Didaur Ulang Jadi Batu Bata
Bahan waterproof ternyata tidak selamanya baik untuk popok bayi, meski beberapa merek kerap mengunggulkan teknologi bagian luar yang waterproof atau tahan air pada produknya. Faktanya, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan bahwa popok dengan bahan luar yang berpori lebih baik daripada yang berbahan waterproof, karena lebih aman dan nyaman bagi kulit bayi yang sensitif.
Jadi, sudah tahu popok bayi yang mana yang akan Anda beli? Kalau persediaan popok bayi di rumah sudah hampir habis, tak usah khawatir dan tak perlu kemana-mana. Anda bisa membelinya secara online di Serbada.com, ecommerce yang menyediakan berbagai kebutuhan ibu dan anak, mulai dari fesyen, peralatan makan, hingga suplemen dan obat-obatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya