Suara.com - Otoritas China mengklaim bahwa di Wuhan, sudah tidak ada pasien virus corona yang dirawat di rumah sakit per Minggu (26/4/2020).
Melansir dari New York Times, Wuhan sebagai episentrum pandemi di China sekarang tidak memiliki pasien Covid-19 di rumah sakit. Kota tersebut merupakan wilayah pertama yang melakukan lockdown total dan larangan berpergian selama lebih dari dua bulan.
Wuhan merupakan kota metropolitan industri berpenduduk 11 juta jiwa. Otorias kesehatan China melaporkan ada 46.452 total kasus dengan 3.869 kematian di kota tersebut.
Setelah dilemahkan oleh virus, Wuhan telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan berbagai upaya yang dilakukan. Rumah sakit kapsul yang telah didirikan di stadion dan gimnasium Wuhan telah dibersihkan pada bulan Maret.
Pemerintah juga telah mengizinkan keluar masuk lalu lintas pada 7 April lalu setelah mengakhiri lockdown.
Pada Jumat (24/4/2020) lalu, para pejabat kesehatan mengatakan bahwa hanya satu pasien yang memiliki kasus virus parah di Wuhan. Mereka juga menyebutkan bahwa pada Sabtu (25/4/2020) kemarin, kota itu masih memiliki 12 kasus virus corona, tetapi tidak ada infeksi baru.
"Sebagai langkah selanjutnya, kami akan melaksanakan tuntutan pemerintah pusat untuk terus menjaga agar tidak terjadi transmisi baik dari luar maupun dari dalam," kata Mi Feng, juru bicara Komisi Kesehatan Nasional China dalam konferensi pers pada Minggu (26/4/2020).
Sementara itu, pada hari Minggu ini, China melaporkan 11 kasus virus corona baru di daratan untuk hari sebelumnya, Sabtu (25/4/2020). Penghitungan resmi terbaru mencatat total 84.325 kasus yang dikonfirmasi di China, dengan kematian 4.642 kasus dan 77.346 orang dinyatakan sembuh.
Baca Juga: Tayang Malam Ini, Simak Sinopsis Film Terminator Salvation
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata