Suara.com - Operasi Lasik untuk Hilangkan Mata Minus, Adakah Efek Sampingnya?
Pengobatan dengan operasi merupakan salah satu jalan keluar bagi orang yang memiliki mata minus. Meski begitu, tidak sedikit yang masih enggan melakukannya, karena khawatir akan adanya efek samping. Apa tanggapan dokter mata?
Dokter spesialis mata di rumah sakit Jakarta Eye Center, dr Ferdiriva Hamzah, SpM menegaskan bahwa tindakan lasik sangat aman untuk dilakukan.
"Aman sekali. Tapi memang tindakan kedokteran pasti ada komplikasi yang tidak diinginkan. Tapi sangat jarang terjadi, misalnya infeksi," kata Ferdi saat siaran langsung dengan akun Instagram @jeceyehospital, Kamis (30/4/2020).
Ada beberapa aturan yang memang harus diikuti pasien saat melakukan lasik agar hasil lebih optimal, kata Ferdi.
"Jangan kena air selama tiga hari, mata jangan bergerak-gerak saat tindakan. Karena nanti hasilnya tidak maksimal," ucapnya.
Meski begitu tindakan lasik tidak bisa langsung dilakukan kepada sembarang orang yang memiliki mata minus. Salah satu syaratnya adalah pasien harus berusia 18 tahun ke atas. Selain itu ada screening mata yang harus dilakukan terlebih dahulu.
Ferdi mengatakan, salah satu kondisi mata yang tak bisa dilasik jika kornea mengalami luka.
Tetapi jika lasik sudah berhasil dilakukan, menurut Ferdi, kemungkinan kecil mata akan kembali menjadi minus.
Baca Juga: Brisia Jodie akan Jalani LASIK, Ketahui 4 Aturan Ini Sebelum Melakukannya
"Misalnya udah lasik usia 25 tahun lalu 30 tahun pos lasik lagi masih biasa-biasa aja berarti emang udah baik. Untuk mempertahankan supaya gak minus lagi kayanya emang udah stuck di situ. Karen pertumbuhan bola mata akan berhenti diusia 18 tahun," tuturnya.
Namun jika mata terasa lelah dan kering juga kepala pusing dan pegal area bahu saat terlalu lama menatap layar gadget, Ferdi mengatakan bahwa kemungkinan hal itu gejala computer vision sydrom. Yaitu, kumpulan keluhan sakit akibat terlalu lama menatap layar elektronik.
Ferdi mengatakan bahwa mata minus hanya diturunkan dwngan metode lasik atau penggunaan contact lens.
"Tidak ada vitamin yang bisa menurunkan minus. Jadi untuk menurunkan minus hanya dengan tindakan atau contact lens," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance