Suara.com - Waduh, Ahli Prediksi Virus Corona Masih Akan Tersebar Hingga 2022!
Virus corona SARS COV-2 diprediksi akan terus menyebar setidaknya selama 18 bulan hingga dua tahun dan menginfeksi 60-70 persen populasi. Hal tersebut disampaikan oleh tim ahli pandemi dalam laporan ilmiah yang dirilis Kamis (30/4).
Dilaporkan CNN, para ahli merekomendasikan agar pemerintah Amerika Serikat mempersiapkan skenario terburuk yang mencakup gelombang kedua infeksi virus corona pada musim gugur dan musim dingin. Mereka memperkirakan bahwa akan tetap ada pasien yang meninggal karena virus itu.
"Benda ini tidak akan berhenti sampai menginfeksi 60 hingga 70 persen orang," kata Pengarah Pusat Penelitian dan Kebijakan Penyakit Menular (CIDRAP) di University of Minnesota Mike Osterholm, kepada CNN, Jumat (1/5/2020).
Osterholm menulis tentang risiko pandemi selama 20 tahun dan telah memberi nasihat kepada beberapa presiden.
Dia menulis laporan itu bersama dengan ahli epidemiologi Sekolah Kesehatan Publik Harvard Marc Lipsitch yang juga ahli dalam bidang pandemi; Kristine Moore, mantan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Epidemiologi yang sekarang menjadi direktur medis untuk CIDRAP; dan sejarawan John Barry, yang menulis buku pada 2004 "The Great Influenza" tentang pandemi flu 1918.
Menurut para ahli itu, karena Covid-19 merupakan penyakit baru sehingga tidak ada yang memiliki kekebalannya.
"Panjang pandemi kemungkinan akan 18 sampai 24 bulan, karena kekebalan secara bertahap berkembang dalam populasi manusia," catat ara ahli.
Tetapi, prediksi mereka berbeda dari model yang ditunjukan oleh Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) di Universitas Washington. Atau model yang diproduksi oleh Imperial College London, yang laporannya memperkirakan jutaan kematian di AS dan Inggris membantu memperkuat tanggapan kedua pemerintah.
Baca Juga: Cara Sederhana untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh saat Pandemi Covid-19
Osterholm dan teman-temannya kemudian menggunakan laporan-laporan tersebut dan menerbitkan laporan baru tentang rincian medis Covid-19 untuk membuat prediksi mereka.
"Saya telah mengatakan sejak lama bahwa ketika Anda mencoba memahami bagaimana penyakit menular akan berkembang, Anda harus mengandalkan sejarah dan model," kata Lipsitch kepada CNN.
Sebagai contoh, infeksi pandemi tidak cenderung mereda di musim panas, seperti flu musiman, katanya.
Covid-19 hampir sama dengan jenis pandemi influenza.
"Karena masa inkubasi yang lebih lama, penyebaran yang lebih tanpa gejala, dan R0 yang lebih tinggi, COVID-19 tampaknya menyebar lebih mudah daripada flu," tulis mereka dalam laporan itu.
R0 adalah jumlah rata-rata orang lain yang terinfeksi oleh setiap pasien.
"R0 yang lebih tinggi berarti lebih banyak orang perlu terinfeksi dan menjadi kebal sebelum pandemi berakhir," tulis mereka.
Selanjutnya: Prediksi berjalannya pandemi virus Corona Covid-19
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa
-
Olahraga Saat Puasa? Ini Panduan Lengkap dari Ahli untuk Tetap Bugar Tanpa Mengganggu Ibadah
-
Google dan Meta Dituntut Karena Desain Aplikasi Bikin Anak Kecanduan