Health / Men
Selasa, 05 Mei 2020 | 12:41 WIB
ilustrasi dokter dan perawat [shutterstock]

Suara.com - Alexanser Shulepov, seorang dokter di unit ambulans di kota Novaya Usman, Rusia, mengeluh melalui sebuah unggahan video di media sosial pada 22 April tentang kurangnya APD dan dipaksa harus bekerja meski dites positif Covid-19.

"Ketua dokter memaksa kita untuk bekerja. Apa yang kita lakukan dalam situasi ini?," lelaki 37 tahun ini dalam videonya.

Sepuluh hari kemudian, tepatnya pada 2 Mei, ia secara misterius jatuh dari jendela lantai dua rumah sakit Novousmanskaya, tempatnya bekerja dan dirawat akibat Covid-19. Membuatnya menjadi korban ketiga yang mengalami nasib sama dalam kurun waktu 10 hari.

Atas unggahan ini, ia juga sempat diinterogasi polisi karena diduga menyebarkan berita palsu.

Beruntung, Shulepov masih dapat diselamatkan meski ia menderita patah tulang tengkorak dan sekarang dalam kondisi serius. Sedangkan dua dokter lainnya dilaporkan telah meninggal.

Unggahan video Shulepov dan Kosyakin (YouTube/Mirror)

Dilansir dari Buzzfeednews, kasus jatuhnya ketiga dokter ini pun dicurigai oleh orang-orang di Rusia, negara yang memiliki sejarah 'menghilangkan' pengkritik, termasuk beberapa kasus terjatuh secara misterius dan meninggal dalam beberapa tahun terakhir.

Alexander Kosyakin, teman kerja Shulepov yang juga ikut mengunggah video, mengonfirmasi pada Sabtu (2/5/2020) kemarin bahwa temannya terjatuh dari jendela.

"(Shulepov) adalah unit perawatan intensif, sejauh yang saya tahu ia dalam kondisi serius, terakhir kali saya berbicara dengannya adalah pada 30 April," katanya, dikutip dari CNN Internasional.

"Dia merasa baik-baik saja, dia bersiap-siap untuk keluar dari rumah sakit.. dan tiba-tiba ini terjadi, tidak jelas mengapa dan untuk apa, begitu banyak pertanyaan yang bagkan aku tidak punya jawabannya," sambungnya.

Baca Juga: Peretas Berbahasa Rusia Jual 500 Ribu Akun Zoom ke Dark Web

Diketahui tiga hari kemudian, pada 25 April, Shulepov menarik penyataannya dalam video itu dan mengaku dirinya sedang diliputi emosi.

Ia kemudian mengunggah video kedua, yang menampilkan ketua dokter rumah sakit Igor Potanin, sedang mengatakan bahwa staf medisnya memiliki cukup APD.

"Saya membicarakan hal ini kepada karyawan departemen, saya tidak akan membiarkan siapa pun masuk ke unit pasien rawat jalan atau rawat inap jika tidak memiliki cukup perlindungan, saya mengatakan kepada mereka bahwa saya akan masuk sendiri ke sana, tetapi saya tidak akan mengirim siapa pun," tutur Potanin dalam video.

Di lain pihak, rumah sakit Novousmanskaya mengatakan dalam sebuah pertanyaan bahwa Shulepov telah diberhentikan segera setelah dites positif Covid-19 dan ditawari untuk dirawat di rumah sakit tersebut.

[Unsplash/Markus Spiske]

Korban sebelumnya

Pada 1 Mei, Elena Nepomnyashchaya, penjabat kepala dokter dari sebuah rumah sakit di kota Siberia, Krasnoyarsk, meninggal setelah menghabiskan satu minggu di perawatan intensif, kata departemen regional Kementerian Kesehatan dalam sebuah pernyataan.

Load More