Suara.com - Belum lama ini, sempat heboh kabar perwira tinggi TNI Angkatan Laut (AL) Dr. Suradi AS, S.Sos, S.T.MM memiliki ramuan obat herbal yang ampuh menyembuhkan virus corona atau Covid-19.
Hal yang sama oleh dilakukan Satgas Covid-19 DPR yang mengimpor jamu asal China dan sudah meminta izin edar Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk disumbangkan kepada pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan, karena dinilai ampuh menyembuhkan.
Klaim-klaim serupa ini langsung ditanggapi BPOM, yang menegaskan hingga kini belum ada satupun obat herbal yang disetujui untuk menangani sakit Covid-19.
"Sampai saat ini Badan POM tidak pernah memberikan persetujuan klaim khasiat obat herbal yang dapat mengobati segala jenis penyakit, termasuk infeksi virus Covid-19," ujar BPOM melalui rilis yang diterima Suara.com, Selasa (5/5/2020).
BPOM juga menjelaskan klaim khasiat obat herbal tidak bisa sembarangan, atau hanya sekedar testimoni semata. Tapi harus ada bukti yang jelas secara ilmiah dan berdasarkan data uji coba sesuai dengan kaidah penelitian.
"Klaim khasiat suatu obat herbal harus dibuktikan, baik berdasarkan data empiris atau secara ilmiah melalui uji pra klinik dan uji klinik. Apabila suatu produk herbal terbukti berkhasiat untuk mengobati suatu penyakit, maka klaim khasiat tersebut akan tertera pada label atau desain kemasan produk," tulis BPOM.
Memang diakui ada beberapa obat herbal yang sudah mendapat izin edar untuk memelihara daya tahan tubuh. Tapi bukan berarti terbukti terhadap Covid-19, yang hingga saat ini masih belum ditemukan satupun obat yang tepat untuk menyembuhkannya.
Terlebih untuk membuktikan obat herbal legal atau tidak digunakan oleh masyarakat itu haruslah tertera nomor izin edar (NIE) yang sudah dikeluarkan BPOM.
"Obat herbal yang telah memiliki Nomor Izin Edar (NIE) Badan POM maka produk tersebut telah dilakukan evaluasi terhadap aspek keamanan, khasiat dan mutunya," bunyi keterangan tersebut.
Baca Juga: Bersihkan Ginjal secara Alami, Cobalah Konsumsi 4 Obat Herbal Ini!
Terakhir, BPOM meminta masyarakat tidak mudah termakan bujuk rayu atau testimoni yang belum pasti keamanan obat herbal, terlebih untuk Covid-19. Untuk memastikan produk tersebut aman, lakukan 4 langkah berikut:
- Lakukan cek KLIK, pastikan Kemasan dalam kondisi baik, baca seluruh informasi pada Labelnya, pastikan ada Izin edar dari Badan POM, dan pastikan tidak melewati masa Kedaluwarsa.
- Konsultasi terlebih dahulu ke dokter apabila memiliki riwayat penyakit tertentu.
- Perhatikan peringatan atau perhatian yang tercantum pada label.
- Membaca dengan teliti aturan pakai produk.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026