Setelah wabah terkonfirmasi di Taiwan pada akhir Januari, pemerintah dengan cepat menginvestasikan NT 200 miliar dolar atau setara Rp 99,468 triliun untuk membuat masker bedah.
Pada pertengahan April, negara itu telah menghasilkan 17 juta masker per hari. Selain itu, pemerintah setempat juga mengumumkan pada 24 Januari larangan ekspor masker bedah selama sebulan.
Setelah itu dibuat sistem jatah penjualan masker untuk mencegah penimbunan dan memastikan semua orang memiliki akses mudah mendapatkannya.
Walaupun banyak negara mengalami kekurangan, masyarakat Taiwan dapat membeli masker dengan harga yang terjangkau. Hanya NT 5 dolar atau Rp 2.500 per masker.
5. Transparansi data
Pemerintah Taiwan mendirikan pusat komando epidemi sentral di bulan Januari. Dan memanfaatkan media massa sepanjang waktu untuk menyebarkan pengetahuan tentang virus corona kepada masyarakat secara terbuka.
Informasi dan kebijakan kritis dapat ditemukan di situs web beberapa di antaranya tersedia dalam bahasa Inggris, Vietnam, Jepang dan bahasa lainnya.
6. Kerjasama
Keberhasilan Taiwan melawan wabah Corona Covid-19 juga dapat dikaitkan dengan kolaborasi antardepartemen.
Baca Juga: Bisakah Pendingin Udara Menyebarkan Virus Corona Covid-19?
Sejumlah besar talenta dari perawatan kesehatan, kedokteran, teknologi informasi, permesinan, dan litbang telah bekerja sama untuk memungkinkan tanggapan cepat pemerintah.
7. Perawatan kesehatan yang terjangkau
Sistem pelayanan kesehatan yang memadai dan terjangkau adalah kuncinya, karena orang lebih cenderung mencari perawatan medis ketika mereka tidak perlu khawatir tentang tagihan yang keterlaluan.
Orang-orang dapat dengan mudah menemui dokter untuk gejala-gejala seperti flu, memungkinkan petugas kesehatan lebih cepat untuk menemukan kasus-kasus yang dicurigai dan menyediakan perawatan tepat waktu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!