Suara.com - Ditemukan! Pasien Corona Covid-19 Pertama di Eropa Berasal dari Prancis
Virus corona di Eropa pertama kali dikonfirmasi pada bulan Januari. Namun, sebuah temuan baru menyatakan bahwa seorang pasien di Prancis dengan pneumonia di dekat Paris pada 27 Desember sebenarnya terinfeksi virus corona Covid-19.
Melansir dari BBC, Dr. Yves Cohen mengatakan kepada media Prancis bahwa swab yang diambil pada saat itu baru-baru ini diuji kembali dan menyatakan, bahwa pasiennya di bulan Desember terinfeksi Covid-19, menjadikannya kandidat kuat pasien Corona Covid-19 pertama di Eropa.
Pasien yang telah pulih sepenuhnya, mengatakan dia tidak tahu di mana dia tertular virus karena dia belum pernah ke daerah yang terinfeksi.
Mengetahui siapa yang menjadi kasus pertama adalah kunci untuk memahami bagaimana virus itu menyebar.
Dr. Cohen merupakan kepala pengobatan darurat di rumah sakit Avicenne dan Jean-Verdier dekat Paris. Ia mengatakan pasien pada Desember itu adalah pria berusia 43 tahun dari Bobigny.
Dia menunjukkan gejala utama virus corona termasuk batuk kering, demam, dan kesulitan bernapas.
Pria tersebut dirawat di rumah sakit pada 27 Desember, empat hari sebelum Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) diberitahu tentang kasus pneumonia sebagai gelaja Covid-19.
Pasien Prancis itu menegaskan, bahwa ia belum pernah bepergian sebelum jatuh sakit.
Baca Juga: Nabila Tewas Dijambret, Helm Copot Terbentur Aspal hingga Dihantam Avanza
Cohen mengatakan dua anak pasien jatuh sakit tetapi istrinya tidak menunjukkan gejala apa pun. Tetapi dokter Cohen menunjukkan bahwa istri pasien itu bekerja di sebuah supermarket dekat bandara Charles de Gaulle.
"Seringkali pelanggan datang langsung dari bandara, masih membawa koper mereka," kata istri pasien yang tidak disebutkan namanya.
"Kami bertanya-tanya apakah dia tidak menunjukkan gejala," kata Cohen.
Hingga berita ini diturunkan, tiga kasus pertama virus corona di Eropa dikonfirmasi pada 24 Januari. Belum ada revisi sejak saat itu.
Penularan manusia ke manusia pertama di Eropa sampai sekarang dianggap sebagai orang Jerman yang terinfeksi oleh seorang rekan China yang mengunjungi Jerman antara 19 dan 22 Januari.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun