Suara.com - Kasus Anak Telan Magnet Meningkat Selama WFH, Orangtua Dianggap Lengah
Seorang balita Melbourne, Australia harus dilarikan ke gawat darurat Rumah Sakit Monash Children setelah menelan 32 magnet di rumah.
Balita tersebut bernama Imogen Ferguson. Insiden fatal sendiri terjadi ketika Imogen yang masih berusia dua tahun tengah bermain dengan kakaknya Heidi. Jika Imogen menelan 32 magnet, sang kakak Heidi menelan dua magnet.
Menurut Rumah Sakit Monash Children, mereka telah melihat empat kasus serupa dalam dua minggu terakhir. Ini membuat RS harus memperingatkan agar orangtua senantiasa waspada pada setiap kegiatan anak-anak saat masa isolasi atau kegiatan di rumah aja.
Berbicara kepada media lokal, kepala bedah anak-anak Rumah Sakit Monash Children, Profesor Chris Kimber mengatakan orangtua perlu waspada daripada sebelumnya dan mencegah anak-anak prasekolah memiliki akses ke mainan yang berbahaya.
"Dengan lebih banyak anak yang tinggal di rumah, dan lebih banyak waktu untuk menjelajahi rumah, ada peningkatan risiko magnet ini tertelan oleh anak-anak kecil. Magnet-magnet ini bisa sangat berbahaya, dan terkikis melalui jaringan usus ketika mereka mencoba dan terhubung satu sama lain dapat menyebabkan banyak lubang di usus dan berpotensi mengancam jiwa," kata Kimber seperti yang Suara.com kutip di News.com.au.
Jika benda kecil lain dapat menimbulkan bahaya tersedak pada anak-anak, magnet dianggap bisa berakibat lebih fatal jika tertelan.
Gaya magnet dapat menembus lapisan usus dan organ dan menyebabkan ulserasi, nekrosis, perforasi, fistula, volvulus, obstruksi, dan peritonitis.
Kasus serupa pernah terjadi pada Januari 2017 ketika Noah, seorang bocah lelaki asal Victoria berusia lima tahun menelan 30 magnet kulkas.
Baca Juga: Risma Tak Transparan, 5 Fraksi DPRD Surabaya Mau Buat Pansus COVID-19
Dokter di Rumah Sakit Anak Monash melaporkan bahwa anak itu "hanya beberapa jam dari kematian" ketika dibawa ke rumah sakit dan mengalami infeksi parah di perutnya.
Selama operasi darurat, dokter menemukan magnet telah membentuk lingkaran di dalam usus dan menyebabkan 10 lubang.
Akibatnya, dokter harus memotong dan membuang sebagian dari usus anak tersebut. Noah juga harus menghabiskan waktu lebih dari sebulan di rumah sakit untuk bisa dinyatakan pulang.
Untuk menghindari insiden serupa, orangtua didorong untuk memeriksa apakah ada magnet dari item apa pun yang dapat masuk ke mulut anak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik
-
Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien
-
Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards
-
Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi
-
Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit