Suara.com - Studi: Tahun 2070, Suhu Dunia Setara dengan Gurun Sahara
Dunia semakin panas sudah tidak diragukan lagi. Bahkan, sebuah studi menyebut dunia akan sepanas gurun Sahara dalam waktu 50 tahun mendatang.
Sebuah penelitian mengatakan suhu bumi akan meningkat drastis hingga 7,5 derajat celcius 50 tahun mendatang atau pada 2070 apabila tanpa ada upaya pengendalian emisi.
Peneliti Aarhus University Jens-Christian Svenning mengatakan peningkatan suhu bumi tersebut akibat dari emisi gas rumah kaca yang membuat emisi meningkat.
"Peningkatan suhu tersebut lebih tinggi dari perkiraan kenaikan suhu rata-rata global yaitu 3 derajat celcius karena tanah akan menghangat lebih cepat daripada laut dan juga karena pertumbuhan populasi saat ini sudah menuju tempat yang panas," ujar Svenning dalam keterangan resmi, dilansir Anadolu Agency.
Dia mengatakan dengan kenaikan suhu yang sangat cepat dan kombinasi dengan perubahan populasi dunia secara global, maka sekitar 30 persen dari populasi dunia akan hidup di tempat yang suhu rata-ratanya di atas 29 derajat celcius dalam 50 tahun mendatang, jika emisi gas rumah kaca terus meningkat.
Svenning menambahkan kondisi dengan zona terpanas di gunung Sahara saat ini hanya dirasakan oleh 0,8 persen dari permukaan bumi, tetapi pada tahun 2070 kondisi seperti itu akan dapat menyebar luas menjadi 19 persen dari luas daratan bumi.
"Situasi seperti ini akan membuat 3,5 miliar orang masuk ke dalam kondisi yang mungkin tidak akan dapat bertahan hidup," ungkap dia.
Sementara itu, Profesor Marten Scheffer dari Universitas Wageningen mengatakan pada saat miliaran orang terkunci oleh pandemi virus Covid-19 saat ini, maka menjadi peringatan nyata bahwa emisi karbon yang melaju tinggi akan menempatkan penduduk dunia pada peningkatan risiko dan krisis-krisis lain yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Baca Juga: Bikin Gemas, Para Pria Ini Berpose Manja saat Dicek Suhu Tubuh
"Virus korona telah mengubah dunia dengan cara yang sulit dibayangkan sebelumnya dan hasil dari penelitian kami menunjukkan bagaimana perubahan iklim dapat melakukan hal serupa," imbuh Scheffer.
Dia mengatakan perubahan akan berlangsung lebih cepat, tetapi tidak seperti pandemic Covid-19 yang bisa dicari vaksin penolongnya.
"Sejumlah luasan bumi ini akan memanas ke tingkat suhu yang nyaris tidak dapat bertahan dan tidak akan dingin lagi," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh
-
Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek
-
Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini
-
Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak
-
Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya
-
Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga
-
Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental
-
Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus