Suara.com - Sebanyak 73 anak di New York telah terinfeksi penyakit peradangan langka atau sindrom kawasaki yang dikaitkan dengan Covid-19, satu di antaranya anak 5 tahun meninggal dunia. Hal tersebut dinyatakan oleh Gubernur Andrew Cuomo pada Jumat (8/5/2020).
Dilansir dari New York Post, Komisaris Kesehatan Negara Dr. Howard Zucker telah mengeluarkan peringatan Rabu (6/5/2020) kepada penyedia medis mengenai hubungan potensial penyakit Kawasaki dan Covid-19.
Departemen Kesehatan Kota New York juga mengeluarkan peringatan sendiri tentang kemungkinan hubungan antara penyakit Kawasaki dan Covid-19 setelah satu kasus muncul di rumah sakit kota.
“Kamis (7/5/2020), seorang anak berusia 5 tahun (dengan gejala kawasaki) meninggal karena komplikasi terkait Covid-19, dan Departemen Kesehatan negara bagian sedang menyelidiki beberapa kasus lain yang menunjukkan keadaan yang serupa," kata Cuomo.
"Ini akan menjadi berita yang sangat menyakitkan dan akan membuka bab yang sama sekali berbeda, ini adalah mimpi buruk setiap orangtua, kan? Bahwa anak Anda mungkin terkena virus ini,” kata Cuomo saat konferensi pers Covid-19 di Poughkeepsie.
Cuomo mengatakan para ahli kesehatan percaya bahwa sementara anak-anak bisa menjadi penular dan tidak menjadi sakit parah karenanya.
Bocah 5 tahun itu meninggal di Rumah Sakit Anak-Anak Mount Sinai di Kravis, Kamis malam (7/5/2020).
“Kami menyampaikan belasungkawa terdalam kami kepada keluarga setelah tragedi. Ini adalah presentasi Covid-19 yang sangat langka dan sebelumnya tidak diketahui pada anak-anak," kata juru bicara Rumah Sakit Anak-Anak Mount Sinai, Jason Kaplan.
Baca Juga: Roy Kiyoshi Konsumsi Obat Tidur Dumolid, Bisa Sebabkan Depresi Hingga Koma
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi