Sementara itu mengenai anak-anak yang terkena dampaknya, pihak rumah sakit menekankan bahwa berdasarkan apa yang terjadi sejauh ini, tampaknya sindrom tersebut adalah kondisi yang sangat langka
“Kami mendorong setiap orang tua yang memiliki masalah untuk menghubungi dokter anak mereka untuk konsultasi. Kami akan terus menyelidiki dan mempelajari varian baru ini dengan harapan menemukan solusi untuk kondisi langka ini," kata Kaplan.
"Kami tetap sadar bahwa Covid-19 adalah virus yang sangat menular, dan mendorong semua orang untuk terus mempraktikkan jarak sosial, memakai topeng dan tangan bersih," tambahnya.
Departemen Kesehatan kota telah mengidentifikasi 20 kasus anak-anak di bawah 21 tahun dengan sindrom inflamasi multi-sistem atau penyakit Kawasaki, sejak 17 April. Beberapa anak-anak juga dinyatakan positif Covid-19 saat dites antibodi.
“Kehilangan seorang anak adalah tragedi yang tak terduga. Dengan hati yang sakit, kami akan terus bekerja dengan rumah sakit untuk memastikan bahwa warga New York memiliki informasi yang mereka butuhkan untuk menjaga," kata Komisaris Kesehatan kota Dr. Oxiris Barbot.
"Jika seorang anak memiliki gejala demam, ruam, sakit perut atau muntah, orang tua harus segera menghubungi dokter mereka,” tambahnya.
Penyakit Kawasaki dan sindrom multi-inflamasi adalah penyakit anak-anak yang langka di mana menyebabkan dinding pembuluh darah di tubuh menjadi meradang. Penyakit Kawasaki ditandai oleh gejala-gejala termasuk ruam dan lidah yang bengkak bergelombang.
Gejalanya juga termasuk suhu tinggi yang berlangsung selama lima hari atau lebih, kemerahan di mata, ruam dan kelenjar bengkak di leher. Anak-anak di bawah 5 tahun paling berisiko. Komplikasi dari penyakit Kawasaki termasuk masalah jantung seperti aneurisma arteri koroner.
Menurut Mayo Clinic, aspirin atau infus protein imun yang disebut gamma globulin melalui vena dapat menurunkan risiko masalah arteri koroner.
Baca Juga: Roy Kiyoshi Konsumsi Obat Tidur Dumolid, Bisa Sebabkan Depresi Hingga Koma
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
- 5 Pilihan Sepatu Skechers Tanpa Tali untuk Jalan Jauh, Harga Mulai Rp500 Ribu
Pilihan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
-
Unilever Jual Sariwangi ke Grup Djarum Senilai Rp1,5 Triliun
Terkini
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar