Suara.com - Longgarkan Karantina, Malaysia Khawatir Ancaman Gelombang Kedua Covid-19
Pemerintah Malaysia akan mengakhiri fase karantina dan pembatasan sosial dalam waktu dekat. Hal ini memicu kekhawatiran tentang adanya risiko gelombang kedua virus Corona Covid-19.
Dilansir Anadolu Agency, Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia Noor Hisham Abdullah mengatakan warga Malaysia harus menjalankan disiplin sosial dengan ketat demi memutus mata rantai penyebaran virus tersebut.
"Kami sama-sama khawatir. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga tiap individu," ujar Noor Hisham, kutip the Star Malaysia.
Noor Hisham mengatakan Malaysia telah mengurangi jumlah kasus infeksi Covid-19 dengan baik pada fase pertama dengan kebijakan perintah kontrol gerakan (MCO).
"Apakah kita memiliki gelombang kedua atau tidak, tidak tergantung pada pelayanan saja. Tanggung jawabnya ada pada publik juga," imbuh Noor Hisham.
Namun Noor Hisham yakin orang Malaysia dapat menjaga disiplin sepanjang periode MCO.
Berdasarkan laporan Inspektur Jenderal Polisi, tingkat kepatuhan warga Malaysia terhadap MCO hampir 90 persen.
"Jadi mungkin kita hanya fokus pada 10 persen saja," kata dia.
Baca Juga: Kini Kursi-kursi Bioskop di Malaysia Juga Jamuran Imbas Lockdown
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya