Suara.com - Kepala Laboratorium Wuhan Buka-bukaan Soal Asal Usul Virus Corona Covid-19.
Institut Virologi Wuhan adalah laboratorium yang dikenal memelajari coronavirus di kota yang sekarang terkenal karena wabah global saat ini.
Amerika Serikat telah mengkonfirmasi sedang menyelidiki laboratorium dan apakah virus itu semacam senjata biologis buatan manusia atau tidak.
Namun, kini kepala lab tersebut telah bersuara dan membantah anggapan bahwa Covid-19 diciptakan di sana.
Yuan Zhiming, wakil direktur di lab, mengatakan, sebagai orang yang melakukan studi virus mengaku sangat tahu jenis penelitian apa yang terjadi di institut dan bagaimana institusi mengelola virus dan sampel.
"Seperti yang kami katakan sejak awal, tidak mungkin virus ini datang dari kami. Kami memiliki peraturan yang ketat dan kode etik penelitian, jadi kami yakin,"ungkap Yuan seperti dilansir dari Metro UK.
Presiden Donald Trump sendiri sebelumnya menyebut coronavirus sebagai 'virus China'. Ia baru-baru ini mengatakan telah melihat bukti yang memberinya 'tingkat kepercayaan tinggi' pandemi dimulai secara tidak sengaja di laboratorium Wuhan.
Menurut dokumen yang diperoleh oleh NBC News, Institut Virologi Wuhan ditutup untuk jangka waktu Oktober lalu. Hal itu memunculkan kecurigaan bahwa mungkin ada semacam 'peristiwa berbahaya' yang terjadi di sana.
Karena lab Wuhan adalah fasilitas keamanan tinggi di negara musuh yang mempelajari patogen berbahaya, itu akan menjadi target pengumpulan untuk beberapa agen intelijen AS. Demikian kata pejabat AS.
Baca Juga: Jangan Coba-coba, Ini Akibatnya Kalau Olahraga Tanpa Pemanasan
Analis saat ini tengah memeriksa data dan dokumen yang dikumpulkan pada Oktober dan November untuk petunjuk yang menunjukkan adanya anomali di laboratorium.
Trump kini secara konsisten bersikeras bahwa China meremehkan atau menyembunyikan informasi penting tentang virus dan menuntut Beijing dimintai pertanggungjawaban.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik
-
Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien
-
Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards
-
Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi
-
Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit