Suara.com - Pentingnya Penuhi Psikososial Anak Usia Dini Selama Pandemi Covid-19
Wabah virus corona saat ini juga bisa mempengaruhi mental anak usia dini (AUD).
Situasi yang tidak biasa, tidak boleh keluar rumah, kegiatan belajar dan bekerja dari rumah, bisa membuat anak bingung.
Nindya Rengganis mengatakan, maka wajar jika anak-anak pada akhirnya berperilaku tidak wajar, seperti lebih rewel dari biasanya.
"Hampir dua bulan lebih anak menghadapi pandemi dengan situasi tidak wajar, mainnya di rumah ajan rutinitas berubah, gak bisa main sama teman, gak bisa ketemu guru, tidak ada kepastian kapan wabah akan berakhir. Jadi wajar jika anak menunjukan respon dan reaksi tidak wajar," kata Nindya dalam diakusi online Koalisi PAUD HI Nasional, belum lama ini.
Saat masa seperti ini peran orangtua menjadi lebih penting lagi. Karena, kata Nindya, selain memastikan anak tetap merasa aman dan nyaman di rumah, orangtua juga disarankan tidak menunjukan sikap cemas dan khawatir di depan anak.
"Karena akan ditiru anak dalam berpikir dan berperilaku," ucapnya.
Oleh sebab itu, perlu diperhatikan agar orangtua atau pun guru pendidikan anak usia dini (PAUD) tetap mengoptimalkan kebutuhan psikososial anak.
Nindya menjelaskan bahwa kebutuhan psikososial AUD dikategorikan menjadikan tiga jenis berdasarkan jenjang usia.
Baca Juga: Nikita Mirzani Izinkan Putrinya Minum Alkohol dan Bertato, Ini Syaratnya
Pada usia awal 0 sampai 2 tahun merupakan fase AUD untuk menumbuhkan rasa percaya. Sehingga orangtua harus memberikan rasa aman dan nyaman kepada anak.
Sedangkan usia 2 hingga 4 tahun atau fase otonomi, kata Nindya, menjadi momen anak untuk mengekplorasi dunianya.
Peran orangtua untuk mengajarkan berbagai hal kepada anak melalui benda sehari-hari disekitarnya.
Fase UAD terakhir, yaitu saat anak berusia 4 hingga 6 tahun. Waktu di mana anak mengambil inisiatif mempelajari berbagai hal.
Saat usia itu, mungkin anak sudah sekolah. Sehingga peran bukan hanya dari orangtuanya, tapi juga guru untuk membangun kreatifitasndan daya pikir anak.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya