Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang perubahan perilaku anak yang lebih besar, ketiga ahli di atas menekankan pentingnya berbicara dengan dokter atau profesional kesehatan mental.
3. Sangat penting untuk menjaga rutinitas
Mungkin saran terakhir yang ingin didengar oleh orangtua mana pun saat ini adalah menetapkan rutinitas itu penting. Kami tahu, kelelahan harus menjalani WFH sekaligus mengasuh anak membuat para orangtua kelelahan.
Tetapi para ahli mengatakan bahwa menciptakan rutinitas harian sangat penting daripada memastikan anak Anda tetap belajar. Rutinitas memberi mereka rasa aman yang mendasar, hal yang sangat penting saat ini.
"Rutinitas memberi anak-anak struktur dan harapan tentang apa yang terjadi pada siang hari," kata Jenny Yip, seorang psikolog klinis yang berbasis di Los Angeles.
Mainkan suatu permainan bersama, kata Yip. Atau, bacalah buku. Memberi anak-anak sedikit perhatian penuh dapat 'mengisi' sisi emosional mereka, sehingga anak tak lagi terlalu bergantung pada Anda.
Juga patut dicatat bahwa jika anak-anak memiliki tingkat rutinitas tertentu, pergantian kembali ke kehidupan di luar rumah saat pandemi Covid-19 berakhir, akan berlangsung lebih mudah.
4. Tenang dan percaya diri, agar anak meniru perilaku Anda
Anak-anak sangat mungkin merasa gelisah dengan kondisi yang sedang terjadi di luar sana. Bahkan, meski Anda berusaha menjauhkan mereka dari terlalu banyak berita, mereka mungkin akan menangkap emosi lain dari Anda yang membuat mereka tidak nyaman. Dan hal ini pada akhirnya akan membuat anak semakin melekat pada Anda untuk mencari keamanan.
Baca Juga: Atur Jadwal Tidur Bayi, Orangtua Bisa Berikan Stimulasi Cahaya Hingga Suara
Jadi, cobalah kelaola perilaku Anda. Anda bukannya harus berpura-pura menganggap semua baik-baik saja, tetapi Anda harus benar-benar memperhatikan betapa takut dan cemasnya si kecil saat ini.
"Dalam situasi yang ambigu, anak-anak meminta bantuan orangtua mereka tentang cara merespons suatu hal," kata Reinecke.
“Jika orangtua merasa tenang dan percaya diri, anak akan memahami ini," katanya lagi.
Banyak anak-anak sangat sedih dengan semua perubahan yang mereka alami dalam beberapa bulan terakhir - tidak ada sekolah, tidak ada teman, tidak ada kelas olahraga atau kelas musik, tidak ada rutinitas dan sosialisasi seperti dulu.
Meski mereka 'berkumpul' dengan teman-teman dan guru melalui Zoom, tetapi itu tidak sama. Jadi, memang hanya Andalah yang mereka miliki saat ini.
"Banyak anak menjadi lebih melekat pada orangtua mereka [karena] mereka memiliki lebih sedikit cara untuk bersosialisasi dengan orang lain," kata Meyers.
Jadi, tak perlu lagi merasa kesal jika anak menempel terus pada Anda saat kita semua harus di rumah aja, ya!
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
Terkini
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian