Suara.com - Simak Panduan BPOM Mengolah Jamu Rumahan untuk Cegah Covid-19
Banyak masyarakat yang meracik dan memasak ramuan herbal sendiri di rumah untuk meningkatkan daya tahan tubuh guna mencegah infeksi virus corona baru penyebab sakit Covid-19.
Untuk menjamin keamanan jamu racikan di rumah, Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) memberikan beberapa tips pengolahan jamu rumah tangga. Mengutip e-book 'Serba Covid' yang dirilis beberapa waktu lalu, berikut panduannya mengolah jami rumahan dari Badan POM.
Selama pengelolahan
1. Kebersihanan alat dan bahan, pastikan tempat dan peralatan yang digunakan dalam keadaan bersih. Gunakan peralatan dari stainless steel.
2. Kebersihan pembuat jamu, gunakan pakaian bersih, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik sebelum pengolahan, pakai masker dan sarung tangan.
3. Cara pembuatan, gunakan air bersih dan rebus air sampai mendidih.
Setelah pengolahan
1. Simpan pada wadah yang sesuai (food grade). Jangan menggunakan botol bekas air mineral sekali pakai.
2. Simpan jamu pada suhu sejuk. Jangan disimpan terlalu lama
3. Sebelum dikonsumsi, pastikan tidak ada perubahan warna, bau dan rasa pada jamu yang telah disimpan.
Hal yang harus diperhatikan saat memanfaatkan tumbuhan obat sebagai jamu:
1. Reaksi individu.
2. Takaran dan kombinas tidak berlebihan.
3. Kelompok yang berisiko bayi, anak-anak, perempuan hamil, orang lanjut usia serta kondisi penyakit tertentu (terutama jika membutuhkan konsultasi dokter).
4. Hati-hati penggunaan jangka panjang.
5. konsultasi dengan dokter untuk penggunaan bersamaan dengan obat.
Jangan lupa terapkan di rumah saat membuat jamu sendiri ya!
Baca Juga: Marko Simic Ungkap Kiper Liga 1 yang Sulit Dijebol Gawangnya
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026