Suara.com - Cara Mudah Menjaga Kesehatan Jantung Anda: Sering Pergi Liburan
Menjaga kesehatan jantung utamanya dilakukan dengan olahraga rutin dan teratur serta mengontrol pola makan.
Namun, tahukah Anda jika sering pergi liburan juga memiliki manfaat untuk menjaga kesehatan jantung?
Dilansir New York Post, sebuah penelitian yang dilakukan di Syracuse University menyebut orang yang rutin pergi liburan memiliki risiko lebih rendah mengidap sindrom metabolik.
Penelitian dilakukan kepada sekitar 60 responden. Peneliti mewawancarai responden tentang sindrom metabolik yang dialami, mulai dari masalah kardiovaskular, tekanan darah, kadar trigliserida, kolesterol, hingga glukosa.
Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Psychology & Health ini menemukan risiko mengidap sindrom metabolik menurun 24 persen jika seseorang mengambil jatah liburan tambahan.
Jumlah liburan yang diambil oleh responden pada tahun lalu berkisar antara 0 hingga 15.
"Jadi, jika seseorang melakukan lebih banyak liburan, mereka sebenarnya dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular," kata peneliti utama Bryce Hruska.
Hruska menjelaskan sindrom metabolik adalah kumpulan faktor risiko penyakit kardiovaskular. Jika Anda memiliki lebih dari satu faktor risiko itu, maka Anda berisiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular.
Baca Juga: Korban Tewas Corona Hampir 100.000, Warga AS Santai Liburan di Pantai
"Temuan kami menunjukkan bahwa orang yang lebih sering berlibur dalam 12 bulan terakhir memiliki risiko lebih rendah untuk mengidap sindrom metabolik dan gejala metabolik," ujarnya lagi.
Tak cuma durasi, responden juga diminta mengungkapkan beban keuangan selama liburan dan bagaimana penggunaan alkohol serta kebiasaan tidur saat liburan. Hasil temuan menunjukkan bahwa stres yang timbul karena berlibur termasuk beban keuangan saat berlibur dinilai rendah.
"Yang penting, salah satu kegiatan yang paling sering dilaporkan terjadi selama liburan adalah terjadinya kegiatan sosial seperti menghabiskan waktu bersama keluarga atau berbagi makanan dengan teman-teman. Itu baik bagi kondisi psikologis Anda," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan
-
Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu