Suara.com - Kamar mandi merupakan salah satu tempat yang paling banyak dihinggapi kuman. Sayangnya, Anda mungkin secara tidak sadar menyebarkan kuman di sekitar rumah melalui beberapa kebiasaan di kamar mandi yang tidak terlalu bagus.
Dirangkum dari Times of India, berikut adalah beberapa kebiasaan di kamar mandi yang meningkatkan risiko penyebaran kuman di sekitar rumah.
1. Main ponsel sambil duduk di toilet
Kebiasaan ini sangatlah kotor. Kamar mandi Anda harus menjadi zona bebas ponsel. Kuman dari feses bisa dilepaskan ke udara, yang dapat mendarat di permukaan ponsel Anda. Pada akhirnya, dapat menyebarkan kuman di luar kamar mandi.
2. Tidak cuci tangan dengan benar
Mencuci tangan dengan benar adalah cara yang paling efektif dan efisien untuk mencegah sakit sekaligus cara terbaik untuk menghilangkan kuman di tangan. Mencuci tangan dengan tidak benar dapat membawa kuman ke luar kamar mandi.
Cuci tangan Anda dengan sabun dan air. Cucilah tangan selama minimal 20 detik untuk menghilangkan semua kuman. Untuk mengira-ngira waktunya, coba nyanyikan dalam hati lagu "Selamat Ulang Tahun" sebanyak dua kali.
Jangan lupa menggosok bagian bawah kuku Anda, sebab area ini dapat menjadi sarang kuman.
3. Berbagi handuk
Handuk kertas yang Anda temukan di toilet umum sebenarnya jauh lebih baik dalam mengendalikan penyebaran kuman daripada handuk kain yang Anda simpan di rumah.
Tetapi karena memasang handuk kertas tidak umum di rumah, gantilah handuk kain tangan sesering mungkin. Handuk tangan harus sering diganti, terutama jika ada anak kecil di rumah.
Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Mikrobiologi Terapan dan Lingkungan, pengering udara di kamar mandi umum juga tidak higienis. Jadi, yang terbaik adalah menyimpan pembersih tangan di tas Anda setiap saat.
Baca Juga: Peneliti Ungkap Sebab Hipertensi yang Tidak Banyak Diketahui, Apa Itu?
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang