Suara.com - Bolehkah Pasien Penyakit Kronis Kembali Kontrol ke RS di Tengah Pandemi Covid-19?
Pandemi virus corona memang tidak hanya membuat orang terinfeksi Covid-19. Tapi juga membuat pasien penyakit lainnya mestir menunda pengobatannya.
Selama lebih dari dua bulan sudah pasien penyakit lain diminta untuk meminimalisir kunjungan ke RS agar terhindar dari virus corona.
Mereka disarankan berkonsultasi melalui telemedicine. Setelah dua bulan lebih, bolehkah kini pasien, terutama dengan penyakit kronis untuk pergi ke RS?
Ketua Umum PB Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Dr. dr. Sally Aman Nasution, SKM, MDM menyarankan pasien untuk bisa kembali berobat bertemu dokter.
"Ini kan udah 2 bulan nih, mereka mungkin ada keluhan, ada obatnya habis dan lain sebagainya.
Tantangannya apakah satu fasilitas kesehatan yang didedikasikan hanya untuk kasus Covid-19 saja atau yang non Covid-19," ungkap Dr. Sally.
Ia mengatakan, akan menjadi masalah ketika rumah sakit menerima kedua jenis pasien Covid-19 dan non Covid-19.
Oleh karenanya perlunya ada pengaturan ketat di antara dua jenis pasien ini.
Baca Juga: Serahkan Anak Adopsi karena Tak Mampu Merawat, YouTuber Panen Kecaman
"Cuma mungkin harus dilakukan, diatur karena kita harus antisipasi pada saat orang-orang memang yang selama ini enggakkontrol dan 2 bulan enggak ketemu dokternya, rame-rame datang karena memang butuh ya untuk mengontrol," katanya.
Mereka yang berpenyakit kronis dan rentan seperti kanker, jantung, diabetes melitus, hingga gagal ginjal dan sebagainya, kata Dr. Sally perlu melakukan kontrol ke rumah sakit.
Karena jika terus dibiarkan penyakit tidak hanya korban Covid-19 saja, tapi angka penyakit non Covid-19 juga malah semakin tinggi.
"Karena di era saat ini termasuk populasi yang rentan 'jangan sampai' nanti Covid-19 nya ada, non Covid-19 nya juga muncul. Ini double burden, ini yang yang bahaya. Nih, kasusnya bisa-bisa membludak di mana-mana," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia