Suara.com - Juni merupakan Pride Month atau Bulan Pride, waktu ketika komunitas LGBT di dunia berkumpul dan merayakan kebebasan untuk menjadi diri mereka sendiri.
Ini berakar pada sejarah sulit dari kelompok-kelompok minoritas yang telah berjuang selama beberapa dekade untuk mengatasi stigma dan diterima sebagai diri mereka sendiri.
Pemilihan bulan dimaksudkan untuk memberi penghormatan saat pemberontakan Stonewall pada Juni 1969 di New York City, AS. Aksi ini memicu gerakan hak-hak gay modern.
Berikut beberapa hal yang dapat diketahui dari Pride Month, dilansir CNN Internasional.
Bagaimana asal usulnya?
Perayaan Pride Month ditujukan pada siapa pun yang merasa identitas seksual mereka berada 'di luar arus'.
LGBT merupakan akronim dari lesbian, gay, biseksual, dan transgender. Istilah ini telah diperluas menjadi LGBTQ, atau bahkan LGBTQIA, untuk memasukkan kelompok-kelompok queer, interseks dan aseksual.
Queer mengacu pada istilah umum bagi mereka yang bukan heteroseksual, interseks merujuk pada mereka dengan variasi karakteristik kelamin yang berbeda dengan perempuan dan laki-laki karena alasan genetik. Serta aseksual menggambarkan mereka yang tidak mengalami ketertarikan seksual.
Istilah-istilah ini dapat mencakup orang-orang dalam gender fluid, yaitu kelompok yang fleksibel atas identitas gender mereka, dengan kata lain orang tersebut tidak berkomitmen pada satu identitas saja.
Baca Juga: CEK FAKTA: Banyak Makan Daging Babi Bisa Jadi LGBT, Benarkah?
'Pride' dikreditkan pada Brenda Howard, seorang aktivis biseksual New York yang dijuluki 'Mother of Pride'. Ia mengorganisir parade Pride pertama untuk memperingati perayaan satu tahun pemberontakan Stonewall.
Sedangkan pemilihan warna pelangi berasal dari seniman dan perancang Gilbert Baker yang ditugaskan oleh pengawas kota San Francisco, Harvey Milk, untuk membuat bendera untuk perayaan Pride di kota yang akan datang pada 1978.
Baker, seorang aktivis hak-hak gay terkemuka, terinspirasi dari pelangi untuk mencerminkan banyak kelompok dalam komunitas gay. Subset bendera juga mewakili orientasi seksual lain dalam spektrum, seperti biseksual, panseksual dan aseksual.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW