Suara.com - Dampak pandemi Covid-19 tidak hanya kesehatan dan sektor ekonomi, tapi juga ancaman pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali.
Pasalnya, anjuran di rumah aja serta aturan work from home (WFH) secara tidak langsung telah menambah populasi.
Menurut data Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terkini, setidaknya ada 400 ribu kasus kehamilan selama masa pandemi Covid-19.
Untuk itu, Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr. Hasto Wardoyo, SP. OG meminta para pengantin baru untuk menunda memiliki anak paling sedikit 3 bulan setelah pernikahan.
"Memang kalau lihat perkawinan baru penting untuk diperhatikan. Kalau bisa kita menggerakkan orang-orang yang nikah yang baru aja mau hamil, kalau bisa ditunda sedikit 3 bulan," ujar dr. Hasto saat acara Webinar DKT Indonesia, Selasa (9/6/2020).
Ia khawatir perempuan yang hamil di masa pandemi akan lebih riskan mengalami masalah kehamilan seperti pendarahan yang bisa mempersulit kondisi si ibu itu sendiiri.
Apalagi saat pandemi fasilitas kesehatan dan dokter banyak tidak aktif dan sibuk mengatasi infeksi Covid-19.
"Agar nanti tidak jatuh kehamilan di masa pandemi, saya takut kalau ada kehamilan adanya pendarahan, karena abortus. 5 persen dari kehamilan bisa abortus, ini juga pelayanan belum tentu bisa aman, karena sekarang masa pandemi karena kesibukkanya luar biasa, klinik-klinik dan rumah sakit," terang dr. Hasto.
Dokter lulusan Fakultas Kedokteran UGM itu juga menyoroti angka perkawinan baru di Indonesia setiap tahunnya sebanyak 2,6 juta, dan dalam satu tahun 80 persen dari mereka akan hamil
Baca Juga: Eks Kepala BAIS Minta Rancangan Pepres TNI Tangani Terorisme Dihentikan
"Sehingga kalau di Indonesia ada kelahiran 4,8 juta setahun maka hampir 2 jutanya berasal dari pasangan baru, karena pasangan baru itu gencar ingin hamil," ungkapnya.
"Maka kalau di bulan pertama-kedua, presentase kehamilan 15 persen sampai 20 persen, maka pertambahan kehamilan bisa sampai 370 ribu sampai 500 ribu," sambungnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin