Suara.com - Satu kelompok ilmuwan yang melakukan analisis genetik pasien Covid-19 menemukan golongan darah tertentu dapat memengaruhi risiko seseorang terinfeksi penyakit pernapasan ini.
Penelitian yang terbit dalam New England Journal Medicine pada Rabu (17/6/2020) membandingkan gen-gen dari ribuan pasien di Eropa. Mereka menemukan, golongan darah A lebih mungkin mengalami penyakit parah, sedangkan golongan darah O sebaliknya.
Penelitian ini muncul setelah penelitian serupa dari China, yang terbit pada Maret lalu menemukan mereka bergolongan darah O mungkin lebih resisten terhadap SARS-CoV-2, sementara golongan darah A mungkin lebih berisiko.
"Sebagian besar dari kita mengabaikannya karena itu adalah penelitian yang sangat kasar," kata Dr. Parameswar Hari, seorang spesialis darah di Medical College of Wisconsin, mengomentari laporan dari China, dilansir Fox News.
Tapi setelah studi baru ini, dia mengaku percaya dan bisa menjadi data yang penting.
Studi baru ini, yang terdiri dari para ilmuwan Italia, Spanyol, Denmark, Jerman, dan negara lain, membandingkan 1.980 pasien Covid-19 parah dengan beberapa ribu orang lain yang sehat atau hanya memiliki gejala ringan atau orang tanpa gejala.
Para peneliti menjalin variasi dalam enam gen dengan kemungkinan penyakit parah, mereka juga menjalin kelompok darah dengan risiko potensial.
Hari mengatakan orang bergolongan darah O lebih baik dalam mengenali protein tertentu sebagai 'makhluk' asing, yang dapat meluas ke protein pada permukaan virus.
Sebagai perbandingan, sebuah perusahaan 23andMe juga merilis penelitian untuk membantu ilmuwan memahami bagaimana genetika berperan dalam alasan beberapa orang terinfeksi virus dan menjadi sakit parah karenanya.
Baca Juga: Ilmuwan Kembangkan Perawatan Covid-19 Pakai Plasma Sapi, Siap Uji Manusia
Namun, penelitian lebih besar memang menemukan golongan darah O, antara 9% hingga 18%, lebih kecil dites positif Covid-19 bila dibandingkan jenis darah lainnya
Direktur Institut Kedokteran Genetik di Universitas Johns Hopkins, David Valle, mengatakan golongan darah juga telah dikaitkan dengan kerentanan terhadap beberapa penyakit menular lainnya, termasuk kolera, infeksi saluran kemih berulang dari E. coli, dan serangga bernama H. pylori yang dapat menyebabkan bisul.
“Ini adalah studi provokatif. Menurut saya ini layak diterbitkan dan segera keluar. Tetapi perlu verifikasi pada lebih banyak pasien," kata Valle.
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar
-
Fakta Super Flu, Dipicu Virus Influenza A H3N2 'Meledak' Jangkit Jutaan Orang
-
Gigi Goyang Saat Dewasa? Waspada! Ini Bukan Sekadar Tanda Biasa, Tapi Peringatan Serius dari Tubuh
-
Bali Menguat sebagai Pusat Wellness Asia, Standar Global Kesehatan Kian Jadi Kebutuhan
-
Susu Creamy Ala Hokkaido Tanpa Drama Perut: Solusi Nikmat buat yang Intoleransi Laktosa
-
Tak Melambat di Usia Lanjut, Rahasia The Siu Siu yang Tetap Aktif dan Bergerak