Suara.com - Pandemi virus corona Covid-19 tidak hanya menyebabkan berbagai jenis masalah kesehatan, tetapi juga mengganggu mental. Salah satunya, kondisi ini bisa memicu mysophobia akibat seseorang ketakutan terhadap ancaman virus corona.
Dr Martina Paglia, seorang psikolog di The International Psychology Clinic dilansir dari Metro UK, mengaku lebih banyak menemukan pasien dengan ketakutan khusus akibat wabah virus corona.
Bahkan salah satu pasiennya yang memiliki gangguan obsesif kompulsif (OCD) mengalami kondisi yang lebih parah akibat pandemi virus corona.
Mysophobia juga dikenal sebagai germophobia, germaphobia, verminophobia dan bacillophobia, yakni ketakutan akan kontaminasi dan kuman. Kondisi ini memang paling sering dialami oleh orang dengan OCD.
Seseorang bisa berisiko lebih tinggi terkena fobia ketika kecemasan atau depresi menimpa keluarganya. Beberapa orang mungkin mengembangkan mysophobia setelah peristiwa traumatis. Sedangkan lainnya mungkin mengembangkan kondisi ini sebagai akibat dari kecemasan berlebihnya.
Beberapa ahli dilansir dari Psycom, menyatakan bahwa meningkatkan penggunaan barang-barang kebersihan, seperti penutup kursi toilet dan pembersih tangan telah berkontribusi pada peningkatan mysophobia di Amerika Serikat.
Orang dengan obsesif kompulsif (OCD) berisiko lebih tinggi terkena mysophobia karena mungkin mengalami pikiran obsesif tentang kuman atau membersihkan rumah secara kompulsif.
Adapun tanda-tanda seseorang memiliki mysophobia, antara lain:
- Menghindari tempat-tempat yang dianggap dipenuhi kuman
- Menghabiskan waktu pembersihan dan dekontaminasi yang berlebihan
- Mencuci tangan secara obsesif
- Menolak untuk berbagi barang pribadi
- Menghindari kontak fisik dengan orang lain
- Takut akan kontaminasi anak-anak
- Menghindari kerumunan atau binatang
Saat seseorang terpapar kuman atau potensi kontaminasi, mereka mungkin akan mengalami gejala fisik panik, seperti peningkatan detak jantung, mual, sesak napas, berkeringat dan lainnya.
Baca Juga: Pro dan Kontra Penelitian Dampak Vitamin D Perangi Pandemi Covid-19
Tapi, perlu adanya bukti bahwa kuman telah mengganggun kehidupan sehari-hari dan hubungan individu tersebut.
Seseorang dengan mysophobia akan menemukan bahwa interaksi mereka dengan orang lain dan kemampuannya bepergian atau bekerja dipengaruhi oleh keinginan untuk menghindari kontaminasi maupun penyakit.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya