Suara.com - Penggunaan ventilator buatan Turki kini dilakukan Brasil, setelah tingkat kematian karena virus Corona Covid-19 di negara itu terus bertambah.
Dilansir Anadolu Agency, Menteri Industri dan Teknologi Turki pada Jumat menyampaikan apresiasinya atas penggunaan ventilator produksi Turki di Brasil.
"Tidakkah Anda merasa bangga melihat cap 'Made in Turkey' di rumah sakit 11.800 kilometer jauhnya dari Turki, dan melihat seorang pejabat asing membagikan [foto] produk kami?" ungkap Mustafa Varank di Twitter.
Pernyataannya sembari me-retweet pernyataan Gubernur Sao Paulo Joao Doria, yang membagikan foto ventilator yang diproduksi di Turki.
Doria juga mengatakan dalam cuitannya bahwa pemerintah Sao Paulo telah mengirim 2.072 ventilator ke rumah sakit umum di semua wilayah negara bagian, menambahkan bahwa perangkat buatan Turki itu telah dikirim bulan ini dan sudah dioperasikan di wilayah Taubate, Registro dan Bauru di tenggara Brasil.
"Dengan akuisisi peralatan ini, kami dapat menambahkan jumlah tempat tidur unit perawatan intensif (ICU), sehingga tidak ada pasien Covid-19 yang dibiarkan tanpa perawatan di Sao Paulo," kata Doria.
Pekan lalu, 650 dari 1.500 ventilator yang dipesan dari Turki telah tiba di Sao Paulo, kota Brasil.
Berita Terkait
-
Viral Foto Carlo Ancelotti Dicium Tiga Wanita, Netizen: Definisi Menikmati Hidup di Usia Tua
-
Carlo Ancelotti Perpanjang Kontrak di Brasil hingga 2030, Kantongi Gaji Rp170 Miliar
-
Brutal! Polisi Tembakan Gas Air Mata dan Peluru Karet Saat Pecah Rusuh Suporter
-
Jerinx SID Kembali Singgung Konspirasi COVID-19, Ungkit Aksi Demo Tolak Rapid Tes Tahun 2020
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi