Suara.com - Pasein dengan penyakit penyerta selama ini diketahui lebih berisiko mengalami komplikasi akibat virus corona atau Covid-19. Bahkan, penelitian menyebut bahwa pasien Covid-19 dengan hipertensi berisiko untuk kembali terinfeksi virus corona cukup tinggi.
Dilansir dari Healthshots, peneliti dari Universitas Sains dan Teknologi Huazhong di Cina menilai data pada 938 pasien, dengan 19 di antaranya dari Rumah Sakit Union Wuhan untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi.
Dalam studi mereka, hanya 6,2 persen dari orang yang terlihat mendapatkan Covid-19 positif lagi Para peneliti memperoleh informasi tentang gejala residual pada pasien ini dan hasil tes tindak lanjut untuk materi genetik virus dalam tubuh mereka setelah mereka keluar dari rumah sakit.
Dalam studi, yang belum dipublikasikan, para ilmuwan mengevaluasi hubungan karakteristik klinis dan hasil viral load yang kembali positif pada pasien selama masa tindak lanjut setidaknya 44 hari.
Temuan yang diterbitkan dalam medxxiv repositori preprint, mengungkap bahwa sebanyakl 58 (6,2 persen) dari 938 pasien telah telah dinyatakan kembali positif, sementara 880 tetap negatif.
Para peneliti melihat bahwa orang dengan hipertensi, penyakit jantung, dan yang berusia di atas 50 tahun lebih mungkin untuk dites positif lagi selama masa tindak lanjut. Ini berarti sekarang harus lebih waspada terhadap orang tua, bahkan jika mereka sudah pulih dari covid-19.
"Di antara pasien di atas usia 50 tahun, faktor yang kami temukan terkait dengan hasil re-positif adalah penyakit arteri koroner dan hipertensi," catat mereka dalam penelitian tersebut.
Beberapa pasien mungkin masih membawa SARS-CoV-2 jauh di dalam paru-paru setelah pemulihan
Meskipun jumlah kasus terinfeksi lagi sangat sedikit, kemungkinannya masih ada. Para ilmuwan mengatakan 54 (93,1 persen) dari pasien re-positif (RP) berubah negatif lagi, sementara dua pasien tetap positif, dan dua hilang pada tindak lanjut kedua.
Baca Juga: Bebas Virus Corona, Vietnam Belum Siap Buka Akses untuk Wisatawan Asing
"Terlepas dari mekanisme itu, hasil re-positif yang mendasarinya tetap tidak jelas, kemungkinan infeksi sekunder kecil karena pasien RP ini tidak menyebabkan infeksi setelah keluar, dan kebanyakan dari mereka kembali negatif lagi dengan pengurangan gejala," penelitian mencatat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya