Suara.com - Phil Kayes, pria usia 47 tahun yang dinobatkan sebagai Slimming World Greatest Loser 2020 setelah berhasil memangkas berat badannya hingga 133 kg. Perjuangan Phil Kayes menurunkan berat badan pun tidak mudah.
Mulanya, dokter memvonis Phil Kayes tidak bisa bertahan hidup lebih lama dengan kondisi tubuhnya yang membahayakan kesehatan. Sehingga dokter mengganggap Phil Kayes cukup beruntung bisa melewati 40 tahun.
Phil Kayes pernah memiliki berat badan paling besar 235 kg. Tetapi, sekarang ia sudah berhasil menurunkan bobotnya hingga 102 kg dalam waktu 3 tahun.
Phil Kayes mengaku termotivasi untuk menurunkan berat badan ketika sang ibu didiagnosis menderita kanker stadium akhir. Sehingga ia memutuskan untuk mengubah gaya hidup sehat dan mulai menurunkan berat badannya.
Pria yang bertugas sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di County Down, Irlandia Utara ini juga percaya bahwa berat badannya yang turun mungkin telah membantunya melawan virus corona Covid-19 ketika terinfeksi.
"Saya akan menghindari pertemuan seperti pesta dan pernikahan, karena saya merasa tidak nyaman. Saya juga tahu kalau saya tidak akan cukup duduk di kursi pesawat. Jadi saya tidak pernah berpergian," kata Phil Kayes dikutip dari Metro UK.
Phil Kayes mengaku satu-satunya kegiatan yang paling membuatnya senang dan tenang adalah bersembunyi untuk makan sepuasnya.
Sampai akhirnya, Phil menderita serangkaian masalah kesehatan termasuk tekanan pada lutut dan sleep apnea. Bahkan Phil sampai kesulitan mengenakan baju dan celana akibat tubuhnya berukuran XXXXXXXXL.
Tetapi, kekhawatiran Phil yang terbesar adalah saat dia meninggal di lantai 3 dengan kondisi tubuh sangat susah diangkat. Hal itu membuat Phil semakin bertekad untuk menurunkan berat badannya, terlebih ibunya menderita kanker.
Baca Juga: WHO: Butuh Waktu Lebih Lama Hingga Vaksin Virus Corona Tersedia, Kenapa?
"Ibu menderita kanker stadium empat dan meninggal dunia. Tragedi itu semakin membulatkan tekadku untuk hidup lebih sehat," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS