Suara.com - National Institute for Health and Care Excellence (NICE) Inggris menegaskan, bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa Vitamin D bisa mencegah atau menjadi perawatan untuk Covid-19.
Pernyataan tersebut terkait dengan penelitian dari Irlandia dan Amerika Serikat pada bulan Mei yang menyatakan bahwa pasien dengan kadar vitamin D tinggi mungkin akan selamat dari infeksi. Hal tersebut mengarah pada peningkatan penggunaan suplemen vitamin D.
Dilansir dari Independent, Nice meneliti lima studi tentang vitamin D sejak ditebitkannya studi soal vitamin D. Mereka menyimpulkan, bahwa tidak ada bukti mendukung konsumsi suplemen bisa mengurangi risiko atau keparahan Covid-19.
"Meskipun ada manfaat kesehatan yang terkait dengan vitamin D, kami tidak mengidentifikasi bukti yang cukup untuk mendukung penggunaan suplemen vitamin D untuk pengobatan atau pencegahan Covid- 19," kata Paul Chrisp, direktur Center for Guidelines di Nice.
"Kami tahu bahwa penelitian tentang hal itu masih berlangsung dan Nice mencoba meneruskannya dengan memantau bukti yang baru diterbitkan," tambahnya.
Sementara itu, para ahli dari Scientific Advisory Committee on Nutrition mengatakan bahwa bukti saat ini tidak mendukung suplementasi vitamin D untuk mencegah infeksi saluran pernapasan akut pada populasi umum Inggris.
Mereka hanya menekankan, bahwa vitamin D masih penting untuk kesehatan tulang dan otot. Sebab, vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium dan fosfat yang menjaga kesehatan tulang, gigi, dan otot.
"Saat ini ada beberapa artikel yang sangat menyesatkan tentang dosis besar vitamin D sebagai tindakan pelindung Covid-19 yang tidak benar dan karenanya kebutuhan mendesak untuk menginformasikan kepada publik (tentang kebenarannya)," kata Colin Smith, seorang profesor genomik fungsional di University of Brighton.
Pada bulan April, Public Health England (PHE) mendesak masyarakat untuk mempertimbangkan mengonsumsi 10 mikrogram vitamin D sehari untuk menjaga kesehatan tulang dan otot mereka, terutama selama berada di rumah dengan jangka waktu yang lama.
Baca Juga: Indonesia dan Filipina Dominasi Kasus Virus Corona di Asia Tenggara
"Dengan banyak orang menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan, terutama kelompok yang lebih rentan dan mereka yang melindungi mereka, maka ada risiko bahwa beberapa orang mungkin tidak mendapatkan kebutuhan vitamin D dari sinar matahari," kata Dr. Alison Tedstone, kepala ahli gizi di PHE.
"Sangat penting mempertimbangkan konsumsi suplemen vitamin D harian 10 mikrogram untuk membantu melindungi kesehatan tulang dan otot," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya