Suara.com - Gejala perut kembung dan dipenuhi gas sering dialami oleh bayi. Kondisi ini disebut sebagai kolik.
Sekitar 60 persen penyebab kolik berasal dari protein dan kandungan laktosa pada susu atau alergi terhadap susu.
Selain itu, udah yang masuk ke dalam mulut bersamaan saat bayi menyusu juga dapat menyebabkan kolik. Hal ini tentu saja menimbulkan ketidaknyamanan bagi bayi. Pada akhirnya bayi akan menangis berlebihan.
Meskipun kolik dikaitkan dengan gangguan fisik, namun membuat bayi lebih tenang dan nyaman juga bisa penting untuk dilakukan. Salah satunya adalah dengan melakukan pijat kolik.
Selain melancarkan pencernaan, pijat kolik juga bermanfaat untuk memupuk kedekatan antara ibu dan bayi, serta memberikan kehangatan bagi si kecil.
Nah, berikut adalah cara pijat kolik yang bisa ibu berikan saat bayi mengalami kolik, seperti yang dikutip dari video di channel YouTube Chai's Play Indonesia berikut ini.
1. Gunakan tangan kanan Anda untuk mengusap perut bayi dengan lembut, mulai dari area perut bagian kanan menuju pusar.
2. Letakkan tangan kanan Anda di atas pusar bayi. Lalu tarik tangan dengan lembut ke arah kanan, selanjutnya tarik ke bagian bawah.
3. Kali ini, usaplah perut bayi membentuk huruf 'U' dengan lembut. Lakukan setiap gerakan 3-4 kali.
Baca Juga: Pijat Tiap Kali Pegal Usai Bekerja Berbahayakah? Ini Kata Dokter
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi