Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI menyoroti kasus pemerkosaan anak usia 14 tahun berinisial NF yang diduga dilakukan oleh Kepala Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Lampung Timur, Lampung.
Dikabarkan sebelumnya, NF adalah korban pemerkosaan yang dititipkan di rumah aman P2TP2A Lampung Timur. Bukannya mendapatkan hak aman serta perlindungan, NF malah kembali diperkosa oleh Kepala P2TP2A Lampung Timur.
Di sisi lain, anggota KPAI Jasra Putra mengatakan meski ironis, informasi mengenai anak korban pelecehan seksual yang mendapat pelecehan di rumah aman seperti yang terjadi di Lampung Timur bukan lah kasus yang pertama terjadi.
Kepada Suara.com, Jasra mengatakan kejadian serupa pernah terjadi di Kantor Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS) Kota Padang, Sumatera Barat beberapa bulan silam
"Jadi di kota Padang ini agak terselubung peristiwanya. Terjadi di LPKS ABH Kasih Ibu milik Kementerian Sosial di Kota Padang. Pelakunya juga orang dalam meski kontrak bukan ASN (Aparatur Sipil Negara)," tambah Jasra.
Meski sudah dipecat sebagai pendamping korban di rumah aman LPKS Kota Padang, pelaku dicurigai tidak diproses secara hukum.
Kata Jasra, sama seperti kasus di Lampung Timur, korban anak di rumah aman LPKS Kota Padang juga merupakan korban pemerkosaan yang tengah dititipkan.
"Saya berharap LPKS sebagai lembaga pengawas rumah aman yang memiliki aturan tegak dan lengkap tentang tempat tempat seperti ini dan serupa. Segera melakukan sosialisasi dan pembenahan," kata Jasra melalui siaran yang tertulis yang diterima Suara.com, Senin (6/7/2020).
Baca Juga: Kasus Anak Tewas, Suami Karen Idol Segera Dipanggil Polisi
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak