Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Selasa, 07 Juli 2020 | 18:04 WIB
Ilustrasi mencium bau bunga (Shutterstock)

Suara.com - Kehilangan indra penciuman diketahui sebagai salah satu gejala dari infeksi virus corona Covid-19. Ketika indra penciuman tidak dapat berfungsi dengan baik, begitu pula dengan indra perasa.

Hilangnya indera penciuman secara menyeluruh disebut anosmia.

Bagi sebagian orang, anosmia merupakan gangguan penciuman sementara akibat pilek, dan akan kembali saat sudah sembuh. Namun bagi yang lainnya, anosmia bisa disebabkan oleh kondisi yang lebih serius.

Dilansir WebMD, hilangnya penciuman dapat terjadi karena:

1. Polip di hidung, ini adalah pertumbuhan daging kecil non-kanker di bagian dalam hidung dan sinus yang menghalangi jalan hidung.

2. Cedera pada hidung dan saraf bau akibat operasi atau trauma kepala.

3. Paparan bahan kimia beracun, seperti peptisida atau pelarut.

Ilustrasi mencium bau. [Shutterstock]

4. Penggunaan obat-obatan tertentu, termasuk antibiotik, antidepresan, obat jantung, dan obat antiinflamasi.

5. Penyalahgunaan kokain.

6. Usia yang sudah tua. Sama halnya dengan indera penglihatan dan pendengaran, indera penciuman akan berkurang seiring bertambahnya usia.