Suara.com - Sebuah penelitian baru menemukan bahwa di Amerika Serikat (AS), hingga 35 persen angka kematian selama fase awal pandemi tidak secara langsung disebabkan oleh Covid-19.
Penelitian tersebut diterbitkan di jurnal JAMA yang menemukan bahwa laporan angka kematian keseluruhan di AS hanya sekitar 65 persen yang terkait degan Covid-19.
Dilansir dari Medical News Today, di 14 negara bagian termasuk California dan Texas yang memiliki populasi besar laporan menghubungkan kurang dari 50 persen kematian yang secara langsung terkait dengan Covid-19.
Prof. Steven Woolf, direktur emeritus dari Pusat Masyarakat dan Kesehatan Universitas Commonwealth Virginia di Richmond yang merupakan penulis utama studi ini menyebutkan bahwa para ahli telah meremehkan korban tewas selama pandemi.
"Ada beberapa alasan potensial untuk under-count ini. Beberapa di antaranya mungkin mencerminkan kurang pelaporan. Beberapa kasus mungkin melibatkan pasien dengan Covid-19 yang meninggal karena komplikasi terkait, seperti penyakit jantung, dan komplikasi tersebut mungkin telah terdaftar sebagai penyebab kematian daripada Covid-19," ujar Woolf.
"Tapi kemungkinan ketiga, yang kami cukup khawatirkan adalah kematian tidak langsung. Kematian yang disebabkan oleh respons terhadap pandemi. Orang-orang yang tidak pernah memiliki virus mungkin meninggal karena sebab lain karena efek pandemi yang menyebar, seperti perawatan medis yang tertunda, kesulitan ekonomi, atau tekanan emosional," imbuhnya.
Studi ini juga menemukan bahwa kematian berlebih yang tidak terkait dengan Covid-19 meningkat secara signifikan di negara-negara yang memiliki wabah penyakit terbesar selama puncak virus pada awal April. Ini termasuk Massachusetts, Michigan, New Jersey, New York, dan Pennsylvania.
Sebagai contoh, di negara-negara tersebut ada 96 persen lebih banyak kematian terkait diabetes daripada yang diperkirakan para ahli. Untuk penyakit jantung, angkanya mencapai 89 persen, untuk penyakit Alzheimer 64 persen, dan stroke 35 persen.
Para peneliti juga percaya bahwa pandemi yang berefek pada kesehatan mental orang mungkin berperan dalam angka tersebut.
Baca Juga: Kasus Covid-19 Kota Depok Tertinggi di Kecamatan Sawangan, Ini Penyebabnya
"Kita tidak bisa melupakan kesehatan mental. Sejumlah orang yang berjuang dengan depresi, kecanduan, dan kondisi ekonomi yang sangat sulit yang disebabkan oleh penguncian mungkin menjadi semakin putus asa dan beberapa orang mungkin meninggal karena bunuh diri. Orang yang kecanduan opioid dan obat lain mungkin telah membuat orang overdosis," kata Profesol Woolf.
"Semua mengatakan, apa yang kami lihat adalah jumlah kematian jauh melampaui apa yang biasanya kami prediksi untuk tahun ini dan itu hanya dijelaskan sebagian karena masalah Covid-19," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar
-
Fakta Super Flu, Dipicu Virus Influenza A H3N2 'Meledak' Jangkit Jutaan Orang
-
Gigi Goyang Saat Dewasa? Waspada! Ini Bukan Sekadar Tanda Biasa, Tapi Peringatan Serius dari Tubuh
-
Bali Menguat sebagai Pusat Wellness Asia, Standar Global Kesehatan Kian Jadi Kebutuhan
-
Susu Creamy Ala Hokkaido Tanpa Drama Perut: Solusi Nikmat buat yang Intoleransi Laktosa
-
Tak Melambat di Usia Lanjut, Rahasia The Siu Siu yang Tetap Aktif dan Bergerak