Suara.com - Seorang ahli medis terkemuka Hong Kong telah memeringatkan, bahwa satu pasien Covid-19 bisa menulari empat orang lainnya. Hal tersebut bisa terjadi karena virus telah bermutasi menjadi lebih menular.
Dialnsir dari South China Morning Post (SCMP), Profesor Gabriel Leung, dekan fakultas kedokteran Universitas Hong Kong, mengatakan dia percaya setidaknya ada 50 hingga 60 kasus tersembunyi. Pernyataanya terkait dengan virus yang meningkatkan tingkat infeksi sebesar 30 persen karena mutasi DNA.
"Ini adalah awal dari wabah lokal besar yang berkelanjutan yang belum pernah kita lihat sebelumnya," kata Leung pada program radio pada hari Minggu.
Pada hari Minggu, Leung mengutip sebuah penelitian internasional yang menyatakan ada mutasi DNA pada jenis virus yang paling banyak beredar yakni mutasi 614G di mana lebih menular sekitar 31 persen.
Dia mengatakan penelitian lokal lain mengkonfirmasi tren seperti itu, karena jumlah orang yang diperkirakan terinfeksi oleh setiap pasien meningkat. Pada bulan Maret peningkatan penularan dari satu pasien menulari 2 setengah orang menjadi tiga orang.
Sekarang, dengan mutasi baru satu pasien disebut bisa menulari empat orang. Meski lebih menular, masih tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa virus itu menjadi lebih mematikan atau membuat orang sakit lebih parah.
Berbicara pada program televisi pada hari Minggu, ahli mikrobiologi HKU Profesor Yuen Kwok-yung mengatakan gelombang infeksi baru saat ini hampir pasti disebabkan oleh pengangkatan peraturan jarak sosial.
"Sangat jelas bahwa ketika pemerintah melonggarkan langkah-langkah sosial yang menjauhkan, situasi pandemi menjadi lebih buruk. Perubahannya langsung terasa," kata Yuen.
Yuen mengatakan warga perlu lebih berhati-hati lagi dan menghindari makan di luar karena virus dapat dengan mudah ditularkan dari satu orang ke orang lain di ruang tertutup jika orang tidak memakai masker.
Baca Juga: Ya Tuhan! Pasien Corona Ini Meninggal Dunia Usai Ditolak 18 Rumah Sakit
"Aturan sosial-jarak jauh bekerja pada bulan Maret karena semua orang waspada dan bekerja sama," kata Yuen.
"Jika semua orang mengambil tindakan segera sekarang dengan mengenakan masker dan mempraktikkan kebersihan tangan yang baik, kasus-kasus Hong Kong akan berkurang dalam tujuh hingga 14 hari ke depan," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli