Suara.com - Virus corona penyebab sakit Covid-19 yang masih mewabah, menciptakan banyak perubahan bagi masyarakat, tak hanya orang dewasa tapi juga anak-anak.
Sebuah data anonim yang dikumpulkan oleh Kaspersky Security Network (KSN) dari pengguna Kaspersky Safe Kids di platform Windows dan macOS di Indonesia mengungkap, pandemi Covid-19 juga memengaruhi kebiasaan anak-anak secara online.
Berdasarkan siaran pers yang Suara.com terima, Selasa (14/7/2020), selama Januari hingga Mei 2020, komunikasi melalui internet adalah hal yang paling diminati anak-anak.
Hal ini mencakup percakapan online dan situs web yang mempromosikan, mendistribusikan, dan mendukung aplikasi untuk bertukar pesan instan (komunikasi waktu nyata), forum dan blog, jejaring sosial, layanan kencan online, serta web mail atau layanan email dan halaman kotak surat yang berisi e-mail.
Dapat dicatat bahwa ketika mayoritas per sekolahan di Indonesia kini beralih menggunakan pendidikan online, komunikasi melalui platform media sosial juga digunakan untuk tujuan pendidikan.
"Pandemi saat ini menunjukkan bahwa terdapat banyak peluang di internet, yang juga memungkinkan kita untuk melanjutkan kehidupan serta pekerjaan dengan nyaman di rumah kita," komentar Yeo Siang Tiong, General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky.
Dengan sebanyak 91 persen dari pengguna internet di Indonesia adalah anak-anak terutama berusia 15-19 tahun, lanjut dia, sangat penting bagi orangtua untuk membimbing dengan serius, mulai dari usia muda, tentang bagaimana mereka dapat belajar, berkomunikasi, dan bersenang-senang di platform online dengan aman.
Misalnya, kata Yeo Siang Tiong, seorang anak yang menggunakan laptop kantor orangtuanya untuk mengunduh program yang mengandung malware dapat mengakibatkan hilangnya data pekerjaan konfidensial, serta memungkinkan surel mereka dibajak untuk meluncurkan kampanye spam.
"Oleh karena itu, penting untuk mendidik anak-anak tentang praktik kebersihan siber yang baik karena ancaman dunia maya yang dihadapi oleh anak-anak dan organisasi, semuanya saling terkait ketika garis antara perusahaan dan keamanan rumah menjadi semakin kabur,” tambahnya.
Baca Juga: Belasan Tahun Pisah sejak Tsunami Aceh, Ayah dan Anak Bertemu berkat Medsos
Untuk memastikan anak memiliki pengalaman online positif selama pandemi, Kaspersky memiliki rekomendasi berikut:
1. Tindakan keamanan yang paling penting adalah komunikasi terbuka dengan anak-anak Anda. Menjaga dialog yang konstan dengan anak-anak akan membantu Anda memahami lebih baik apa yang sedang terjadi dalam kehidupan mereka sehari-hari.
2. Mengajarkan anak untuk menghindari mengklik email dari sumber yang tidak diverifikasi.
3. Mengedukasi anak tentang penipuan online jika memungkinkan.
4. Tidak pernah ada kata terlalu muda untuk belajar. Jika anak Anda dapat menggunakan internet untuk menonton film atau mengunduh game, maka ajari mereka cara memerhatikan hal-hal seperti keaslian situs web dan ekstensi unduhan file.
5. Bergerak lebih dari sekedar memantau dan berdiskusi. Carilah waktu yang tepat untuk bermain game dengan anak-anak Anda. Hal ini tidak hanya memperkuat ikatan dengan mereka, tetapi juga memungkinkan Anda untuk memiliki pemahaman yang lebih baik tentang apa yang dilakukan anak di waktu luang mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 6 Sunscreen Moisturizer Terbaik untuk Anti Aging, Kulit Kencang dan Bebas Kerutan
Pilihan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
Terkini
-
Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah
-
Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah
-
WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen
-
Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh
-
Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek
-
Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini
-
Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak
-
Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya
-
Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga
-
Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental