Suara.com - Selama bertahun-tahun para ilmuwan telah berupaya untuk menciptakan tes skrining kanker dasar, tes yang dapat mendeteksi keganasan kanker lebih dini, sebelum sel-sel tumor menyebar dan ketika perawatan lebih efektif.
Sebuah metode baru yang terbit dalam Nature Communications pada Selasa (20/7/2020) membawa peneliti selangkah lebih dekat ke tujuan itu.
Menggunakan tes darah, peneliti internasional mampu mendiagnosis kanker jauh sebelum gejalanya muncul di hampir semua orang yang diuji mengembangkan kanker.
"Apa yang kami tunjukkan adalah hingga empat tahun sebelum orang-orang ini masuk ke rumah sakit, sudah ada tanda dalam darah yang menunjukkan mereka menderita kanker," kata Kun Zhang, bioengineer di University of California, San Diego.
"Ini belum pernah dilakukan sebelumnya," sambung Zhang, dilansir Scientific American.
Zhang dan rekan-rekannya mulai mengumpulkan sampel dari orang-orang sebelum memiliki tanda bahwa mereka menderita kanker.
Pada 2007, para peneliti mulai merekrut lebih dari 123.000 orang sehat di Taizhou, China, untuk menjalani pemeriksaan kesehatan tahunan.
Peneliti fokus mengembangkan tes untuk lima jenis kanker paling umum, yaitu kanker perut, kerongkongan, kolorektal, paru-paru dan hati.
Tes yang mereka kembangkan, disebut PanSeer, mendeteksi pola metilasi di mana suatu kelompok kimia ditambahkan ke DNA (atau menganalisis perubahan kimiawi pada DNA) untuk mengubah aktivitas genetik.
Baca Juga: Pasien Kanker Rentan Terpapar Covid-19, Minimalkan Risiko dengan Cara Ini
Penelitian sebelumnya menunjukkan metilasi abnormal dapat menandakan berbagai jenis kanker, termasuk kanker pankreas dan usus besar.
Tes PanSeer bekerja dengan cara memisahkan DNA dari sampel darah dan mengukur metilasi DNA di 500 bagian tubuh yang sebelumnya diketahui dapat memberi 'sinyal' adanya kanker.
Para peneliti menguji sampel darah dari 191 peserta yang akhirnya mengembangkan kanker, dipasangkan dengan orang sehat dalam jumlahsama.
Hasilnya, mereka mampu mendeteksi kanker hingga empat tahun sebelum gejala muncul dengan akurasi sekitar 90 persen dan tingkat positif palsu 5 persen.
Usha Menon, profesor kanker ginekologis di University College London, yang tidak berpartisipasi dalam penelitian, mengamati bahwa metode Zhang menyediakan uji dasar awal yang kuat.
"Jelas mereka memiliki demonstrasi awal yang kuat dari deteksi dini berbagai jenis kanker empat tahun sebelum diagnosis konvensional," komentar Menon.
Menurut Menon, kemungkinan besar utamanya tes seperti ini akan menargetkan populasi berisiko tinggi. Ini akan dibutuhkan perancangan studi kedua agar dapat digunakan secara klinis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak