Suara.com - Kepuasan melakukan hubungan seksual antara suami istri harus tetap terjaga, meskipun sang istri baru saja menyelesaikan masa nifas setelah melahirkan.
Tapi masalahnya banyak suami mengeluhkan mereka kurang puas dengan keelastisan vagina istrinya yang baru melahirkan.
Dokter sekaligus Seksolog dr. H.Boyke Dian Nugraha, SPOG MARS mengatakan itulah pentingnya melakukan senam nifas atau yang juga dikenal senam kegel pasca perempuan melahirkan.
"Setelah melahirkan itu ada, kadang-kadang ibu-ibu ini setelah melahirkan ini yang tidak diikuti, alasannya males sibuk ngurusin bayi. Justru yang terpenting di situ, dia akan mengembalikan vagina menjadi lebih elastis dengan senam nifas, atau yang dinamakan senam kegel," ujar dr. Boyke beberapa waktu lalu.
Ia mengatakan pada dasarnya senam ini bisa dilakukan sebelum melahirkan dan setelah melahirkan. Jika sebelum melahirkan fungsinya akan melancarkan persalinan, sedangkan setelah melahirkan akan kembali merapatkan kembali vagina.
"(Vagina tidak elastis) kalau dia tidak melakukan senam pasca nifas, senam kegel. Kita ada senam sebelum melahirkan memperlancar proses persalinan, biasanya hamil 28 minggu saya suruh senam," paparnya.
Meskipun dr. Boyke mengakui ada treatment khusus oleh dokter yang bisa mengembalikan keelastisan vagina, tetapi tentu saja itu bukan cara yang alami dan menyehatkan seperti senam. Terlebih biayanya yang lebih mahal.
"Mending ikut senam, paling Rp 75 ribu ikut senam, dilatih saat itu Anda sehat. Pasien mengeluh 'dok istri saya jepitannya kurang'. Jadi terasa loh jadi harus ikut senam pasca nifas, pakai cara yang alami," tutupnya.
Baca Juga: Dr. Boyke: Begini Cara Bujuk Istri Agar Mau Bercinta Usai Melahirkan
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya