Suara.com - Presiden Trump mengatakan bahwa ia bersedia menjadi orang pertama yang mendapatkan virus corona, jika ia diminta. Pernyataan itu ia ungkapkan,hanya beberapa jam setelah mengumumkan pesanan 100 juta dosis vaksin potensial untuk virus dari Pfizer.
Tetapi ia menambahkan bahwa meski dia ingin meyakinkan publik, dia tidak ingin tampil "egois." Demikian seperti dilansir dari New York Post.
"Yah, kau tahu cara kerjanya. Jika saya orang pertama, yang akan mereka katakan, 'Dia sangat egois, dia ingin mendapatkan vaksin terlebih dahulu.' Dan kemudian orang lain akan berkata, 'Hei, itu hal yang berani dilakukan.'"
"Aku benar-benar akan melakukannya jika mereka menginginkanku dan mereka pikir itu benar, aku akan mengambil yang pertama atau aku akan mengambil yang terakhir."
Menurutnya, ia berada di posisi yang dilematis. Jika ia yang pertama kali mendapatkannya akan dituduh egois, sementara jika ia yang terakhir banyak orang akan berkata bahwa Trump tidak percaya dengan vaksin itu.
Trump mengatakan ia juga didorong oleh pengembangan perawatan terapeutik untuk virus itu, yang muncul kembali di beberapa bagian negara itu setelah beberapa negara mulai mencabut pembatasan tinggal di rumah.
"Kau memberitahuku, tapi aku hampir lebih suka terapi dulu. Anda pergi ke rumah sakit, Anda membuat orang lebih baik. Tapi kami melakukannya dengan sangat baik dengan remdesivir dan hal-hal lain. Steroid berubah menjadi hebat, plasma ternyata sangat bagus. Kami telah membuat kemajuan luar biasa. "
Sebelumnya Rabu, Trump mengatakan selama pengarahan Gedung Putih bahwa orang Amerika akan mendapatkan vaksin gratis di bawah kesepakatan pemerintah dengan Pfizer. Dia mengatakan vaksin itu bisa siap tahun depan.
Baca Juga: AS Teken Kontrak dengan Pfizer untuk Produksi 100 Juta Dosis Vaksin
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya
-
Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga
-
Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental
-
Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis