Suara.com - Kim Kardashian secara terbuka menjelaskan bahwa suaminya, Kanye West, sedang mengalami episode bipolar setelah ia membuat cuitan hendak menceraikan Kim dan pernah meminta menggugurkan kandungan anak pertama mereka.
"Seperti yang kalian ketahui, Kanye memiliki gangguan bipolar. Mereka yang dekat dengan Kanye tahu hatinya dan mengerti kata-katanya (terkadang) tidak sejalan dengan niatnya," tulis Kim dalam unggahan story Instgaram, Rabu (22/7/2020).
Kim mengaku ia dan keluarga telah mencoba untuk membantu sang suami dengan mengirim dokter ke rumah. Sayangnya, hal ini tidak disambut baik oleh sang suami, yang merasa istrinya itu mencoba 'mengurung' dirinya.
"Kris dan Kim mengeluarkan pernyataan tanpa izinku... itu bukan hal yang akan dilakukan seorang istri," cuit Kanye West menanggapi, dikutip People.
Menurut sumber yang dekat dengan West, dilansir dari New York Post, Kanye tidak mau minum obat lantaran merasa obat dapat membuatnya kurang kreatif.
Padahal, gangguan bipolar tidak membaik dengan sendirinya, sehingga perlu perawatan yang tepat untuk membantu penderita mengendalikan gejalanya.
Berdasarkan Dualdiagnosis.org, ada beberapa aspek gangguan bipolar bila tidak diobati yang dapat menyebabkan peningkatan risiko kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Ada beberapa alasan mengapa gangguan bipolar yang tidak diobati berisiko tinggi menyebabkan perilaku KDRT:
- Penyalahgunaan zat seringkali memicu kekerasan dalam rumah tangga
- Mania dapat menyebabkan gangguan kontrol impuls
- Perilaku seksual yang sembrono dapat menyebabkan cedera pada pasangan penderita bipolar
- Depresi berat dapat menyebabkan pikiran atau tindakan bunuh diri
Sementara tidak ada obat yang dikenal untuk gangguan bipolar, profesional kesehatan mental telah menemukan beberapa alat perawatan yang sangat efektif, termasuk perawatan medis dan berbagai bentuk konseling, yang dapat mengurangi gejala secara signifikan.
Baca Juga: Selena Gomez Didiagnosis Bipolar, Salah Satu Penyebabnya Bisa Genetik
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi