Suara.com - Sejak pandemi Covid-19 terjadi, beberapa perusahaan kesehatan mencoba mengembangkan produk yang dengan klaim dapat mencegah penularan virus corona.
Sekarang, sebuah penelitian baru mengklaim ColdZyme, semprotan mulut yang diproduksi perusahan sains asal Swedia Enzymatica AB dapat menonaktifkan SARS-CoV-2.
Dilansir The Health Site, semprotan mulut ini diklasifikasikan sebagai perangkat medis, terdiri dari larutan penghalang yang sebagian besar adalah gliserol dan tripsin, yang diperoleh dari ikan Atlantic cod.
Enzymatica mengklaim produknya itu dapat menawarkan pelindung terhadap virus berbahaya, termasuk virus corona, di rongga mulut.
Berdasarkan penelitian sebelumnya di Jerman, semprotan mulut ini terbukti membantu mengurangi gejala pilek dan lamanya penyakit berkembang selama penelitian berlangsung.
Perusahaan melakukan uji suspensi efikasi virucidal menggunakan ColdZyme terhadap SARS-CoV-2. Mereka menemukan semprotan mulut ini mampu menonaktifkan virus corona sebesar 98,3 persen (1,76 log10) dalam 20 menit.
“Lebih lanjut, tidak ada sitotoksisitas yang terdeteksi untuk ColdZyme pada setiap pengujian. Penelitian ini dilakukan oleh perusahaan AS Microbac Laboratories Inc, laboratorium independen, terakreditasi dan bersertifikat,” kata Enzymatica dalam rilis resmi.
Enzymatica AB mengembangkan dan menjual produk perawatan kesehatan, terutama untuk gangguan di daerah hidung dan tenggorokan. Produk-produk ini didasarkan pada teknologi penghalang yang mencakup enzim yang berasal dari organisme laut.
Pasca rilis penelitian ini di ColdZyme, saham Enzymatica dilaporkan telah melonjak 67 persen di Stockholm.
Baca Juga: Bio Farma Tes Vaksin Virus Corona Bulan Depan ke 1.600 Orang
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius