Suara.com - Virus corona Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 15 juta orang di dunia. Virus ini tergolong sangat mudah menular dan terkadang tidak menunjukkan gejala apapun.
Seseorang bisa terinfeksi virus corona Covid-19 hanya dengan menyentuh permukaan yang terkontaminasi. Karena itu, Anda perlu berhati-hati bila ada salah satu anggota keluarga yang terinfeksi virus corona.
Anda perlu menjaga orang lain tetap sehat dengan cara mendisinfeksi rumah. Anda perlu fokus mendisinfeksi peralatan dan permukaan yang sering disentuh.
Dilansir dari Times of India, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mendisinfeksi rumah dengan benar.
1. Isolasi orang yang sakit
Kuman atau virus yang menyebar ketika seseorang batuk dan bersin bisa mengontaminasi area di sekitarnya, meskipun orang yang sakit sudah berjaga jarak.
Agar tidak terjadi penularan dan virus menyebar luas, Anda bisa mengisolasi anggota keluarga yang sakit untuk mengurangi tingkat paparan virus di rumah.
2. Bersihkan permukaan yang biasanya disentuh
Karena virus bisa menempel dan menyebar melalui permukaan, maka Anda perlu membersihkan permukaan yang paling sering disentuh semua orang.
Baca Juga: Mudah Lesu saat Kembali Kerja di Kantor? Lakukan 5 Langkah Ini!
Mulailah dari barang-barang sederhana yang sering disentuh, seperti remote, gagang pintu, lemari es, gadget dan lainnya. Anda juga perlu membersihkan permukaan atau tempat yang sering disentuh atau dilalui orang sakit.
3. Bersihkan tempat tidur
Saat seseorang sakit, mereka cenderung lebih sering menghabiskan waktu di tempat tidur. Kebiasaan ini bisa meninggalkan kuman atau bakteri dalam kain. Karena itu, Anda perlu mencuci seprai, selimut, sarung bantal dan guling lebih sering.
4. Ruang tamu
Anda juga perlu menutup furnitur ruang tamu dengan lembaran yang bisa dicuci untuk mencegah kontaminasi virus.
Hindari bantal dekoratif atau hiasan kursi dan bersihkan meja serta remote setiap hari. Jika memungkinkan, buatlah orang yang datang duduk terpisah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital