Suara.com - Peran orangtua sangatlah penting saat ini, ketika anak lebih banyak belajar di rumah gegara pandemi Covid-19. Orangtua diharapkan bisa terus beradaptasi dengan berbagai kondisi dan perubahan yang terjadi, agar tetap bisa mengajarkan dan mendampingi anak belajar di rumah dengan baik.
Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psi., Psikolog Anak dan Keluarga, mengatakan bahwa orangtua juga harus menyadari peran pentingnya dalam memberikan stimulasi yang tepat, agar potensi prestasi anak dapat berkembang optimal sesuai dengan tahap tumbuh kembangnya.
"Proses bertumbuh dan berkembang bagi anak, termasuk juga proses belajar, sangat tergantung pada kehangatan interaksi anak bersama orangtuanya. Walaupun mungkin orangtua bukanlah seorang guru di sekolah, penting sekali bagi mereka bisa menjadi guru buat anak di rumah," jelasnya dalam siaran pers dari SGM Eksplor yang diterima suara.com pada Senin (27/7/2020).
Agar anak tetap bisa bergembira belajar di rumah, lanjut dia, orangtua harus bisa kreatif dalam mengajari anak. Salah satunya dengan mengombinasikan belajar dengan bermain, atau bisa disebut bermain bersama.
Lebih lanjut, kata paikolog yang akrab disapa Nina itu, bermain bersama orangtua bisa dibuat dengan adanya tujuan pembelajaran untuk anak. Kegiatan yang dilakukan bukan sekadar sesuatu yang spontan, namun direncanakan dengan target belajar tertentu.
Misalnya, kata dia, orangtua ingin meningkatkan 5 potensi prestasi anak, yaitu berpikir kreatif, bantu tumbuh kembang, supel, mandiri, dan percaya diri.
Supaya tercapai tujuannya, orangtua bisa memilih kegiatan yang sesuai pilihan anak sehingga menyenangkan, menyesuaikan waktu berkegiatan dengan rutinitas anak untuk membuat jadwal, juga konsisten mengulangi kegiatan sampai target belajar tercapai, dan tentunya tetap melakukan lebih banyak gerakan.
"Jadi, walaupun direncanakan namun tetap dilakukan dengan asyik dan seru sehingga tetap menyenangkan,” tambah dia.
Melihat pentingnya hal tersebut, SGM Eksplor turut mendukung stimulasi anak Indonesia agar bisa tumbuh jadi generasi maju. Salah satunya adalah dengan mengadakan kegiatan online "Bersatu dan Kuat Festival" yang berisi berbagai tips bermain sambil belajar
di rumah dalam rangka Hari Anak Nasional 25 Juli 2020 lalu.
Baca Juga: 5 Tips Belajar Nyaman dan Efektif di Rumah Buat Kaum Rebahan
Dalam festival ini, SGM Eksplor seakan mengembalikan konsep orangtua sebagai guru pertama dan utama bagi anak.
"Selaras dengan tema peringatan HAN 2020 ‘Anak Indonesia Gembira Di Rumah’, kami ingin menginspirasi orangtua tentang cara menjaga anak-anak tetap sehat dan gembira bermain di rumah serta mengedukasi tentang pentingnya dukungan pemenuhan nutrisi dan stimulasi tepat untuk terwujudnya Anak Generasi Maju melalui rangkaian kegiatan online Bersatu dan Kuat Festival," jelas Marketing Manager SGM Eksplor, Astrid Prasetyo.
Melalui Bersatu dan Kuat Festival, dia melanjutkan, SGM Eksplor menyediakan berbagai konten edukatif dan aplikatif untuk mendukung orang tua mengembangkan serta membentuk 5 potensi prestasi anak generasi maju.
Konten-konten edukasi digital Bersatu dan Kuat Festival bisa diakses dengan mudah dan dijangkau oleh puluhan juta oramg tua di Indonesia melalui website www.generasimaju.co.id.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?