Suara.com - Sehari setelah gubernur prefektur barat Osaka menyarankan obat kumur yang diklaim dapat mencegah Covid-19, banyak warga Jepang mengalami panic buying terhadap produk tersebut.
Akibatnya, beberapa stok di toko-toko menjadi kosong. Masyarakat yang tidak mendapatkannya pun mengunggah foto produk dan bertanya di mana mereka dapat membelinya.
"Apakah ada orang lain yang juga kesulitan membeli obat kumur ini? Aku sudah kehabisan empat kali," cuit seorang pengguna @shotaro_1117 sambil mengunggah foto rak obat kumur yang sudah kosong.
Pada Selasa (4/8/2020) kemarin, Gubernur Osaka Hirofumi Yoshimura menjelaskan ada sebuah penelitian menunjukkan viral load (jumlah virus) yang lebih sedikit pada air liur 41 pasien Covid-19 dengan gejala ringan setelah berkumur dengan obat kumur berbahan povidone iodine.
Povidone iodine adalah obat yang berfungsi sebagai antiseptik. Umumnya digunakan untuk membersihkan serta membunuh bakteri, jamur, dan virus.
Obat ini bekerja dengan cara merusak sel kuman dan membuat kuman menjadi tidak aktif.
"Bahkan, mungkin kita dapat mengatasi virus corona dengan obat kumur," kata Yoshimura dalam konferensi pers, berbicara tentang studi tentang pemulihan pasien di hotel regional yang dirilis oleh rumah sakit Osaka.
Setelah sang gubernur mengatakan hal tersebut, saham Meiji Holdings Co, produsen obat kumur bermerek Isojin, meroket. Menurut laporan, kenaikan mencapai 7,7 persen dalam satu hari.
Juru bicara pemerintah Jepang, Yoshihide Suga, mengatakan para peneliti akan mencoba menentukan apakah bahan tersebut dapat menjaga gejala penyakit jadi memburuk.
Baca Juga: Setiap 15 Detik, Satu Orang Meninggal Dunia karena Virus Corona
"Pemerintah akan mengawasi perkembangan penelitian tersebut dengan seksama," ujar Suga. Namun, beberapa ahli skeptis dengan hal ini, lapor Channel News Asia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan