Suara.com - Pelarangan iklan dan penjualan junk demi mencegah obesitas semakin sering dilakukan sejumlah negara. Salah satunya, negara bagian Oaxaca di Meksiko.
Dilansir ANTARA, otoritas di negara bagian Oaxaca di Meksiko pada Rabu (5/8/2020) melarang penjualan, distribusi, dan iklan makanan rendah gizi (junk food) serta minuman tinggi gula ke anak-anak.
Oaxaca jadi negara bagian pertama di Meksiko yang memberlakukan aturan tersebut.
Anggota kongres di Oaxaca bertepuk tangah setelah mengesahkan aturan yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan anak-anak di Meksiko, negara dengan tingkat penderita diabetes dan obesitas tinggi.
"Kami mendorong perubahan ini sehingga anak-anak dapat mengonsumsi makanan sehat dengan gizi yang baik untuk tubuh dan perkembangan mereka, daripada membiarkan kebiasaan makan mereka didikte oleh industri," kata salah satu anggota kongres, Magaly Lopez, dalam pidatonya di hadapan anggota dewan negara bagian.
Masyarakat Meksiko telah lama berjuang menekan tingkat diabetes dan obesitas, tetapi upaya itu sulit dilakukan di tengah pandemi COVID-19.
Sejauh ini, Meksiko menempati urutan ketiga untuk negara dengan jumlah korban COVID-19 tertinggi dunia. Otoritas setempat mengumumkan 449.961 orang positif COVID-19 dan 48.869 di antaranya meninggal dunia.
"Minuman yang mengandung gula seperti sukrosa dan sirup jagung dengan kandungan fruktosa tinggi, yang terkait dengan tingginya risiko peningkatan berat badan, dan hasilnya, banyak warga kelebihan berat badan dan obesitas, serta diabetes," demikian isi rancangan peraturan negara bagian Oaxaca mengutip dari hasil kajian Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO) yang diterbitkan pada 2015.
Meksiko menghadapi masalah obesitas saat negara itu bergabung dalam perjanjian pasar bebas dengan Amerika Serikat dan Kanada pada awal 1990-an. Sejumlah penelitian menunjukkan sejak saat itu makanan olahan cukup mudah ditemui di Meksiko.
Baca Juga: Ilmuwan Prediksi Vaksin Virus Corona Tak Ampuh bagi Orang Dewasa Obesitas
Di samping gangguan jantung, diabetes jadi penyebab kematian terkait jantung yang cukup umum ditemukan di Meksiko.
Saat ini, Meksiko merupakan konsumen terbesar untuk makanan olahan di Amerika Latin dan keempat tertinggi di dunia. Data pemerintah menunjukkan sekitar 75,2 persen dari populasi berusia 20 tahun ke atas mengalami obesitas atau kelebihan berat badan. Enam tahun lalu, jumlah penderita obesitas mencapai 71,3 persen.
Berita Terkait
-
Hong Myung-bo Minta Korea Selatan Lupakan Kekalahan dari Meksiko, Fokus ke Laga Penentuan
-
Hasil Piala Dunia 2026: Meksiko Lolos 32 Besar Usai Kalahkan Korea Selatan
-
Son Heung-min Bidik Rekor Park Ji-sung saat Korea Selatan Tantang Meksiko di Piala Dunia 2026
-
Prediksi Meksiko vs Korea Selatan: Adu Taktik, Siapa yang Kuasai Grup A?
-
Jadi Korban Rasisme di Piala Dunia 2026, FIFA Undang YouTuber Korsel Nonton Korea Selatan vs Meksiko
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut